Suara.com - Jelang Hari Raya Nyepi tanggal 7 Maret 2019, umat Hindu di Bali mulai melakukan rangkaian sembahyang. Salah satunya adalah Upacara Melasti atau proses menyucikan diri yang biasanya dilakukan di laut.
Namun, di tengah upacara yang semestinya berjalan khusyuk, ada saja hal-hal yang merusak jalannya ibadah umat Hindu tersebut.
Baru saja beredar video yang menjadi viral di media sosial. Video singkat itu menampakkan beberapa orang tengah mencuri sesajen melasti.
Video yang diunggah oleh akun @TanpaAgama di Twitter berdurasi 34 detik. Dalam video, terlihat bahwa seorang lelaki muda berdiri di samping perempuan yang sedang meletakkan dan menata sesajen.
Kemudian, tepat saat sesajen diletakkan oleh perempuan yang hendak sembahyang, lelaki itu langsung mengambil uang yang ada di sesajen melasti dan membuatnya berantakan.
Tak hanya satu pelaku, terlihat pula lelaki lain yang berdiri di samping sesajen langsung menyambarnya dan seketika menjauh saat pemilik sesajen berdoa.
Melihat video tersebut, banyak warganet geram. Mereka tak terima ada orang yang nekad mencuri isi sesajen.
"Kok gak punya sopan santun gini sih? Heran deh sama orang-orang ini, gak bisa menghargai sesama banget," tulis komentar warga net.
"Apa sih susahnya menghormati orang yang sedang melakukan ritual ibadah? Kalau pun menginginkan sesajennya tunggu sampai si ibu selesai sembayang."
Baca Juga: Kasus Narkoba Andi Arief Dihentikan
"Sedih liat ada yang belum selesai ritualnya udah disaut dan cuma bisa bengong :(("
Duh, semoga saja kejadian macam ini tidak akan pernah terulang, ya. (Amertiya Saraswati)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan