Suara.com - Polusi seakan menjadi teman bagi masyarakat kota besar, seperti Jakarta, dan dampak buruknya tidak hanya dirasakan oleh paru-paru, tapi juga bagi kulit.
Rachel Saunders, ahli kulit dari Biocell, mengungkap bahwa polusi di tempat Anda tinggal mungkin menjadi alasan kenapa kulit Anda terlihat kusam dan buruk.
Lebih lanjut dia menjelaskan, paparan harian terhadap polusi dapat menyebabkan dehidrasi, warna kulit tidak merata, percepatan penuaan, dan hiperpigmentasi.
"Kurang dari dua setengah mikron, partikel polusi dapat menembus ke epidermis dan mempercepat kerusakan sel ketika kulit dibiarkan tidak terlindungi," ujar dia.
Bahkan, kata Rachel, penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang tinggal di kota-kota yang sangat tercemar udaranya, memiliki usia 10 persen lebih pendek daripada mereka yang tinggal di pedesaan. Karena polusi tidak hanya dapat menyebabkan masalah kulit, tetapi juga dapat berdampak negatif pada kesehatan pernapasan Anda.
Lantas, perlukah kita menggunakan perawatan wajah anti polusi yang saat ini banyak beredar luas di pasaran? Rachel mengungkap, bahwa perawatan kulit anti polusi biasanya dikemas dengan antioksidan yang memiliki pertahanan luar biasa, karena tidak seperti molekul normal, mereka mampu berinteraksi dengan radikal bebas dengan aman dan menangkal efek berbahaya sebelum sel-sel vital rusak.
"Hasilnya dapat bervariasi tergantung pada jenis kulit, namun antioksidan sangat efektif dan juga harus diambil sebagai tindakan pencegahan. Hasil juga tergantung pada frekuensi penggunaan, namun dimungkinkan untuk melihat penampilan kulit yang lebih baik dalam sekali pakai," ujar dia.
Hal utama lain yang dapat Anda lakukan untuk melindungi kulit Anda dari polusi adalah memastikan bahwa Anda membersihkan secara menyeluruh pada pagi dan malam hari. Minum banyak air tidak akan mengubah tingkat polusi kulit Anda, tetapi itu membantu dengan kualitas kulit Anda dan kesehatan Anda.
Serta yang wajib dan jangan sampai terlewat adalah mengenakan SPF tinggi di wajah Anda setiap hari. Ya, inilah pilihan satu-satunya jika Anda tinggal di kota besar, kata Rachel.
Baca Juga: Lebih Berbahaya Ketimbang Asap Rokok, Jakarta Kini Darurat Polusi Udara
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan