Suara.com - Tak bisa dipungkiri lagi memang, keindahan Sungai Melaka menjadi salah satu daya tarik wisatawan di Malaysia. Namun, baru-baru ini publik dibuat miris dengan tercemarnya Sungai Melaka akibat limbah industri.
Sedihnya lagi, ratusan ikan air tawar yang ada di Sungai Melaka ditemukan mati mengambang.
Dilansir Suara.com dari laman Asia One, Rabu (22/5/19), Low Chee Long selaku Ketua Komite Kesehatan dan Anti Narkoba Melaka mengatakan bahwa tindakan ini tidak dapat dimaafkan.
Dirinya juga meminta pihak berwenang untuk mengambil tindakan tegas kepada perusahaan yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan.
"Penduduk Melaka resah atas pencemaran sungai bersejarah kami, dan ini merupakan insiden besar tahun ini," ungkap Low Chee Long usai meninjau lokasi kejadian.
"Polusi itu membentang hampir 5 kilometer dan kini pembersihan bangkai ikan yang mati sedang dilakukan," imbuhnya.
Low Chee Long juga mengatakan bahwa polusi sungai menyebabkan kematian ikan air tawar dalam beberapa jam.
Bukan hanya itu saja, insiden pencemaran lingkungan ini juga beresiko menyebabkan komplikasi kesehatan bagi penduduk yang tinggal di sepanjang Sungai Melaka.
"Bakteri pada bangkai dapat berkembang biak dan megurangi tingkat oksigen sungai," sebut Low Chee Long.
Baca Juga: Menguji Kedalaman Cinta di Sungai Blue Moon Valley di Cina
"Kejadian ini tidak dapat diterima karena negara bergantung pada pariwisata. Bau tajam tak tertahankan akan mengusir pengunjung," tambahnya.
Hingga kini pihak berwenang Melaka sedang terus melakukan pemeriksaan dan mencari perusahaan mana yang bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan tersebut.
Berita Terkait
-
Mengintip Kehidupan Dua Negara dari Wisata Patok Perbatasan Sebatik
-
Penantian 18 Tahun Terbayar, 5 Ribu Penggemar 'Karaoke Massal' di Konser Peterpan Malaysia
-
John Herdman Ingin Timnas Indonesia Hadapi Malaysia di AFF 2026, Kenapa?
-
Review Boboiboy Movie 2: Definisi Masterpiece Animasi yang Melampaui Ekspektasi!
-
Kmy Kmo dan Luca Sickta Gandeng Niken Salindry di Lagu 'Tinggi': Pesan Budaya yang Mendalam
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
Terkini
-
John Herdman Pusing Cari Kiper Ketiga Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026
-
Bongkar Sikap Presiden, Habiburokhman: Kader Sendiri Ditangkap Pun Pak Prabowo Tak Intervensi
-
Izin Berbelit-belit Masih Hambatan Proyek Migas
-
Jelang 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Kumpulkan Menteri untuk Evaluasi Besar
-
Padahal Miliki Rekening Bank Itu Penting, Tapi 15 Juta Orang Masih Simpan di Bawah Kasur
-
Simpang-siur TNI dan Polisi Ikut Urus Pajak, Apa yang Sejauh ini Kita Tahu?
-
Asian Games 2026: Tim Indonesia Tak Hanya Tinggal di Kampung Atlet, tapi Juga Hotel dan Kapal Pesiar
-
Berkedok Mubaligh, Oknum Polisi di Wonogiri Tega Lecehkan Anak Atasannya Sendiri
-
RUU PFII Sepakat Dibawa ke Rapat Paripurna Besok, Pembahasan Dikebut Cuma Perlu 18 Hari
-
Setelah Digembleng, Manajer Kopdes Baru Bisa Kerja Agustus