Untuk menyambangi Oedo Botania, kita harus menumpangi ferry pulang dan pergi dengan total biaya sekitar Rp 235 ribu hingga Rp 400 ribu.
Alnwick Garden di Inggris
Terdapat sekitar 100 vegetasi beracun dan berbahaya di Alnwick Garden taman paling beracun dan mematikan di dunia.
Dari Atropa belladonna (deadly nightshade), Strychnos nux-vomica (strychnine), Conium maculatum (hemlock) hingga tanaman narkotika macam opium poppy, ganja, hingga jamur nan memabukkan.
Diresmikan sejak tahun 2005, taman seluas 14 hektar ini dirancang seorang bangsawan Inggris, Orto Botanico.
Untuk melakukan tur keliling, kita wajib ditemani seorang pemandu yang tak akan bosan-bosannya memperingatkan para wisatawan untuk berhati-hati agar tak menyentuh bahkan mencium beberapa jenis tanaman yang dapat membuat seseorang kehilangan nyawa.
Tak heran, beberapa tanaman diberi pagar pembatas dan tetap dalam pengawasan pihak keamanan setempat selama 1 x 24 jam.
Untuk menyambangi taman yang membentang di Alnwick, Northumberland, Inggris ini kita harus merogoh kocek sekitar 12 Euro atau setara Rp 195 ribu.
Taman Bunga Keukenhof di Belanda
Baca Juga: Twitwar Admin Pemprov DKI dan Pengelola Taman Mangrove, Video Ini Jadi Soal
Membentang di Lisse, kawasan penghasil bunga yang terletak di antara kota Hillegom dan Leisse, Belanda, taman bunga Keukenhof menyuguhkan pesona khas Negeri Kincir Angin dengan kelindan bunga tulipnya nan memesona.
Di taman bunga ini, para pengunjung akan menyimak pesona bunga tulip puspa warna dengan beragam kontur nan menakjubkan.
Terdapat sekitar 800 varietas tulip di atas lahan seluas 32 hektar, dari warna kuning, merah, biru, pink, oranye, putih hingga ungu, menawarkan kelindan warna nan melegakan hati.
Meski demikian taman indah ini hanya dibuka sekali dalam setahun, tatkala bunga tulip mencapai musim mekar terbaiknya pada medio Maret hingga April.
Al-Andalus Garden di Mesir
Di balik tembok tinggi, sebuah taman botani di Pulau Gezira, Zamalek, Mesir ini tampak begitu istimewa di antara deretan taman-taman lain di Kairo.
Mulanya, sang arsitek merancang lanskap ini sebagai bagian istana kerajaan Khedive Ismail.
Atas titah sang raja, Zulfugar Pasha, taman yang diperuntukkan untuk istrinya tersebut dibangun tahun 1935 dengan gaya arsitektur tradisional Andalusia.
Hari ini masyarakat mengenalnya sebagai Al-Andalus Garden, taman indah yang dipenuhi tanaman hijau subur dengan kelindan furnitur mosaik berwarna warni yang meliputi bangku-bangku dan deretan tangga yang mengitari air mancur nan menawan.
Di sekeliling taman, kita akan melihat patung-patung dengan ukiran cantik macam patung Firaun, dan penyair Mesir Ahmed Shawky.
Di seberang, pemandangan sungai Nil nan gigantis membuat lanskap di sekitar taman kian megah dan sempurna.
Berita Terkait
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Jadwal MotoGP Inggris 2026: Tiap Poin Berharga untuk Raih Gelar Juara Dunia
-
Akal Bulus Infantino Pertahankan Jabatan Dibongkar PSSI-nya Yordania: Dia Tukang Peras!
-
Optimisme Kesepakatan Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Mentah
-
Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan