Suara.com - Mendhoan Banyumas dinggo goletan
Pirang-pirang wong sing wis padha klangenan
Lanang wadon wong tua uga nom-noman
Pancen nyata dan nylekamin pisan
Mendhoan Banyumas dinggo suguhan
Nggo nyamikan uga nggo lawuh sarapan
Nggo jambalan nggo pacitan nang kumpulan
Dinggo sandhingan kanca batir padha juguran
Ketika diartikan secara bebas ke dalam Bahasa Indonesia, kuranglebih menjadi seperti ini:
Mendoan Banyumas jadi perburuan (banyak dicari)
Banyak sekali orang yang sudah terkenang
(dari) laki-laki, perempuan, orang tua juga anak muda
Memang nyata dan nikmat sekali
Mendoan Banyumas dijadikan hidangan
Untuk camilan juga untuk lauk saat menyantap nasi
Untuk dimakan langsung, untuk menu saat pertemuan
(Juga bisa) untuk jamuan saat nongkrong bersama teman-teman
Sepenggal lirik lagu karya seniman Banyumas, Fadjar P Sopsan yang dipopulerkan oleh grup musik Sopsan ini, cukup mewakili akan mendoan Banyumas, Jawa Tengah. Sudah melekat, bicara mendoan, ya Banyumas.
Makanan ringan itu cukup dikenal secara luas dan disukai oleh semua kalangan. Apalagi di tengah libur Lebaran, tempat-tempat penjualan makanan berbahan dasar tempe kedelai yang digoreng setengah matang (mendo) itu laris-manis.
Tidak sulit untuk jajan mendoan di Banyumas. Mendoan dijual di berbagai penjuru wilayah, dari kelas kaki lima, warung sampai pusat oleh-oleh.
Dalam menyantap mendoan, akan lebih nikmat saat masih hangat. Mendoan lazim disantap dengan ketupat, dan enak juga dilahap dengan sambal kecap.
Baca Juga: Lezatnya Tempe Mendoan Bikinan Sendiri
Ada juga yang menyantapnya sambil menggigit cabe rawit, atau dilumuri kuah bakso, mie ayam atau soto. Itu mengapa, banyak penjual bakso yang juga menyediakan mendoan.
Di tengah libur Lebaran, mendoan menjadi makanan khas yang banyak dicari. Tingkat pembelian mendoan cukup tinggi, sehingga omzet pedagang meningkat drastis.
Tingginya omzet penjualan itu, salah satunya dirasakan Yono (55). Ia berjualan di kawasan ramai Kecamatan Wangon, Banyumas yang juga menjadi perlintasan dari jalur selatan Jawa menuju ke Pantura. Ia membuka usaha penjualannya sejak sore, hingga tengah malam, atau dini hari.
“Mendoan Banyumas itu sudah dikenal luas dari sana-sini, jadinya banyak dicari,” kata Yono, mengawali obrolan dengan Suara.com, Sabtu malam (8/6/2019).
Dalam libur Lebaran ini, dia mengaku bisa menjual sekitar 1.000 mendoan per hari. Satu mendoan yang lebih lebar dari telapak tangan itu, dijual Rp 1.500.
Jumlah itu meningkat, karena penjulan pada hari biasa berkisar 400 buah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
7 Rekomendasi Kran Wastafel Cuci Piring Terbaik, Air Tidak Nyiprat
-
Bacaan Niat Puasa Syawal, Apakah Harus Dilakukan Berurutan?
-
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
-
Niat Puasa Ganti Ramadan, Bolehkah Dilakukan dengan Syawal?
-
9 Makanan Pantangan Kolesterol Tinggi yang Wajib Dihindari usai Lebaran
-
5 Rekomendasi Jam Tangan Wanita Elegan dan Anti Air yang Awet
-
7 Cara Jitu Hadapi Post-Holiday Blues bagi Karyawan setelah Mudik Lebaran
-
Hukum Puasa Syawal tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadhan
-
Niat Puasa Syawal Sekaligus Bayar Utang Ramadan, Lengkap dengan Hukumnya Jika Digabung
-
10 Ciri-Ciri Kolesterol Naik yang Jarang Diketahui dan Cara Mengatasinya