- Kolesterol tinggi merupakan kondisi tanpa gejala awal yang pasti.
- Namun penumpukan LDL menyebabkan aterosklerosis dan risiko penyakit jantung serius.
- Beberapa sinyal tidak langsung meliputi sakit kepala, kesemutan, nyeri dada saat beraktivitas, dan munculnya benjolan kuning di kulit.
Suara.com - Kolesterol tinggi sering dijuluki pembunuh diam-diam karena sebagian besar orang tidak merasakan gejala apa pun hingga muncul komplikasi serius.
Menurut Mayo Clinic, kolesterol tinggi tidak memiliki gejala langsung, dan satu-satunya cara memastikannya adalah melalui pemeriksaan darah.
Namun, di Indonesia banyak dokter dan situs kesehatan menyebutkan beberapa ciri tidak langsung yang bisa menjadi sinyal peringatan dini.
Kondisi ini terjadi saat kadar LDL (kolesterol jahat) menumpuk di dinding pembuluh darah, menyebabkan aterosklerosis. Jika dibiarkan, risiko serangan jantung, stroke, dan penyakit arteri perifer meningkat drastis.
Berikut 10 ciri-ciri kolesterol naik yang sering muncul dan patut Anda waspadai. Ingat, gejala ini bisa disebabkan oleh hal lain, jadi segera periksa ke dokter jika mengalaminya.
1. Sakit kepala, terutama di bagian belakang
Penumpukan plak membuat aliran darah ke otak terganggu. Otak kekurangan oksigen, sehingga muncul sakit kepala yang terasa berat atau berdenyut di tengkuk. Banyak penderita mengira ini hanya kelelahan biasa.
2. Pegal atau kaku di tengkuk dan pundak
Rasa tidak nyaman di leher belakang sering muncul karena pembuluh darah leher menyempit. Gejala ini semakin terasa saat bangun tidur atau setelah duduk lama.
Baca Juga: Diet Unik Ini Mungkin Jadi Solusi Terbaik untuk Menurunkan Kolesterol
3. Kesemutan atau kebas di tangan dan kaki
Aliran darah ke ujung saraf berkurang akibat plak kolesterol. Tangan atau kaki terasa “mati rasa”, kesemutan, atau seperti tertusuk jarum, terutama malam hari.
4. Mudah lelah dan sering mengantuk
Tubuh kekurangan oksigen karena darah mengalir kurang lancar. Anda merasa cepat capek meski hanya melakukan aktivitas ringan, dan sering menguap tanpa sebab jelas.
5. Nyeri dada (angina)
Saat plak menyumbat pembuluh darah jantung, dada terasa ditekan, sesak, atau nyeri saat berjalan cepat atau naik tangga. Nyeri biasanya hilang saat istirahat, tapi jangan abaikan!
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Sampah Tak Pernah Hilang, Ia Hanya Berpindah ke Masa Depan Kita
-
Inggris Investigasi Aliran Dana Badan Amal ke Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat
-
Tak Hanya Pemain Kini Giliran Pelatih Vietnam Serang Balik Justin Hubner
-
3 Contoh Susunan Panitia 17 Agustus 2026 Tingkat RT, Lengkap dengan Tugasnya
-
4 Facial Wash Gentle Tea Tree Oil untuk Kulit Berminyak Sesuai Review, Wajah Bersih tanpa Kering
-
Viral Petugas Transjakarta Antar Penumpang Disabilitas ke MRT, Pramono Soroti Akses Ramah Difabel
-
Purbaya Kenang Momen Investasi Hyundai Bangun Pabrik EV ke RI, Cuma Perlu 4 Bulan
-
Ditekuk Vietnam, PSSI Bakal Rekrut Pemain Arsenal hingga Stuttgart ke Timnas Indonesia?
-
Hafalan Shalat Delisa: Novel Tere Liye tentang Tsunami Aceh dan Keikhlasan
-
Polres Sukabumi Kota Sita 159 Botol Miras Ilegal, Tiga Penjual Terjaring Razia