Suara.com - Linda Koopersmith dari Los Angeles yang dikenal sebagai The Beverly Hills Organizer mengatakan bahwa Marie Kondo sudah mencuri idenya.
Melansir dari Femail, ia mengatakan metode KonMari yang sangat populer diperkenalkan oleh Marie Kondo sebenarnya adalah teknik melipat yang ia buat 27 tahun lalu.
Dia menambahkan, melihat Marie Kondo mendemonstrasikan teknik lipatan miliknya terasa sangat mengecewakan dan membuatnya merasa seperti 'seseorang telah mencuri bayinya'.
"Saya mulai pada tahun 1989. Saya menemukan metode pelipatan yang lurus ketika putri saya berusia tiga tahun untuk mengatur laci-lacinya sehingga dia bisa melihat semuanya," ujarnya.
Metode yang dimaksud adalah melipat pakaian menjadi lurus berdiri ketimbang menumpuknya di atas satu sama lain. Metode ini dimaksudkan untuk membantu memaksimalkan ruang di laci sekaligus membuat barang mudah terlihat ketika akan digunakan.
FYI, teknik lipat lurus yang Linda Koopersmith temukan itu masuk dalam pilar metode KonMari yang sangat populer dari Marie Kondo. Teknik melipat itu diulas detail dalam buku "The Life-Changing Magic of Tidying Up" yang dirilis pada 2011 lalu dan terjual 11 juta kopi.
Karena menjadi best seller, Marie Kondo pun digandeng oleh Netflix dan memiliki serial sendiri berjudul "Tidying Up With Marie Kondo".
Allen Haff, mantan pembawa acara Clean House menambahkan bahwa ia dan jutaan pemirsa mingguan melihat Linda Koopersmith secara teratur mendemonstrasikan metode lipatan itu, jauh bertahun-tahun sebelum Marie Kondo menjadi terkenal dengan merilis bukunya.
Video yang diposting ke halaman YouTube Linda Koopersmith 11 tahun yang lalu juga menunjukkan ia mendemonstrasikan teknik melipat pada sejumlah item pakaian yang berbeda, mulai dari sweater hingga pakaian dalam.
Baca Juga: Kesulitan Mengepak Koper Saat Liburan, Coba Metode KonMari
Namun, teknik melipat bukan satu-satunya aspek dari Metode KonMari yang membuat Marie Kondo terkenal di seluruh dunia. Teknik merapikan barang ala Marie Kondo yang fenomenal lainnya adalah mengharuskan seseorang menyingkirkan barang-barang yang tidak 'sparks joy' atau 'memicu kegembiraan'.
Berita Terkait
-
Viral Guru Ajari Murid Setrika dan Lipat Baju, Ini Manfaat Libatkan Anak dalam Pekerjaan Rumah
-
Ubah Kebiasaan Malas dengan Buku 'The Life-Changing Magic of Tidying Up'
-
5 Tips Beberes Ala Marie Kondo, Simpan Barang yang Benar-benar Diperlukan
-
Siapa Marie Kondo? Master Beres-beres yang Kini Ngaku Menyerah Rapikan Rumah Sendiri
-
Siapa Marie Kondo Sebenarnya? Pakar Kerapian Akhirnya 'Menyerah' Beres-beres Rumahnya
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?