Suara.com - Llama, hewan sejenis unta berbulu lebat dan berwarna putih ini kerap dimanfaatkan masyarakat Bolivia untuk mengangkut barang.
Sementara bagi masyarakat Bolivia penghuni dataran tinggi Andes, llama juga dimanfaatkan untuk upacara persembahan yang dilakukan menahun.
Tradisi kuno tersebut dimaksudkan untuk memenangkan hati Pachamama, dewi tertinggi dalam kepercayaan masyarakat setempat yang dikenal sebagai ibu dari alam yang melimpahkan berkah pada umat manusia.
Konon, tuah Pachamama kerap diturunkan tiap hujan lebat mengairi musim tanam yang membantu keberlangsungan proses pertanian masyarakat setempat.
Demi memperoleh berkat dari sang dewi, masyarakat Bolivia percaya harus ada yang dikorbankan, baik hewan maupun manusia.
Kurban persembahan pun mereka helat, sejak zaman nenek moyang suku Inca mendiami Pegunungan Andes.
Dalam hal ini llama jadi hewan yang kerap dikurbankan untuk upacara kuno tersebut.
Bukti arkeologis tertua ini diperkuat dengan ditemukannya meja suku Inca nan sakral di Danau Titicaca di pulau Isla del Sol, Bolivia.
Baca Juga: Dua Wisatawan Hilang Terseret Ombak Pantai Selatan
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123