Suara.com - Deddy Corbuzier Resmi Mualaf, Ini Kewajiban Awal yang Harus Dijalani
Deddy Corbuzier resmi menjadi seorang muslim usai mengucap dua kalimat syahadat dipandu oleh Gus Miftah di Masjid Al Mbejaji, Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta, Jumat (21/6/2019), sekira pukul 12.47 WIB.
Mentalist sekaligus presenter ini diketahui menjadi mualaf atas keinginannya sendiri setelah delapan bulan memdalami Islam.
Setelah memeluk Islam ada beberapa kewajiban yang harus dijalani Deddy Corbuzier, diantaranya :
Mandi wajib
Setelah mengucap dua kalimat syahadat, mualaf dianjurkan mandi wajib atau mandi besar. Anjuran ini berdasarkan riwayat dari sahabat Qois bin Ashim radhiyallahu ‘anhu. Dalam madzhab Syafiiyah, dianjurkan bagi orang yang baru saja masuk islam untuk mandi besar, membasahi seluruh badan.
“Aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk masuk islam. Kemudian beliau menyuruhku untuk mandi dengan air dan daun bidara. (HR. Abu Daud 355 – shahih)
Salat
Salat adalahn rukun islam yang kedua setelah syahadat. Oleh karena itu, setelah mualaf mengikrarkan syahadat, maka orang yang baru masuk Islam wajib menjalankan salat sebagaimana muslim yang lainnya.
Baca Juga: Deddy Corbuzier Jawab Tudingan Mualaf Hanya demi Konten YouTube
Khitan
Khitan atau sunat merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh mualaf laki-laki. Ini bertujuan untuk menjalani fitrah atau kesucian manusia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Fitrah itu ada lima perkara : khitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur kumis “ (H.R Muslim 257).
Menjalani syariat Islam
Berikutnya, seorang mualaf disarankan untuk menjalani seluruh syariat Islam. Menjalani semua kewajiban dan menjauhi segala larangan Allah SWT, sebagaimana dilakukan oleh muslim lainnya.
Kemudian hendaknya ibadah yang dilakukannya berdasarkan pada wawasan dan ilmu yang benar. Hal ini sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki suatu kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memberikan pemahaman yang baik dalam agama.” (HR. Al-Bukhari, no. 71, dan Muslim, no. 1037)
Termasuk mentaati ketaatan yang dimaksudkan sebagai sebuah kewajiban seperti salat, sunah, mubah, makruh, dan menjauhkan diri dari hal yang haram.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement