Suara.com - Bagi seorang seniman, memiliki karya yang terkenal dan disukai banyak orang merupakan pencapaian tersendiri. Namun, lain halnya dengan seniman mural yang malah mengaku menyesal ini.
Ernest Zacharevic, seorang seniman asal Lithuania, merupakan pelukis mural yang dulu pernah menghiasi jalanan di Penang, Malaysia.
Penang sendiri merupakan daerah yang masuk ke dalam daftar UNESCO World Heritage Site dan dikenal memiliki aneka macam keunikan, mulai dari makanan, budaya, hingga seni jalanan.
Sementara, Ernest Zacharevic diketahui telah menggunakan muralnya untuk menghiasi Armenian Street di Penang dan membuatnya tampak lebih indah.
Sayangnya, karena keindahan karya Ernest Zacharevic ini, Armenian Street malah menjadi viral di media sosial dan terlalu ramai dibanjiri turis.
Menurut laman World of Buzz, Ernest bahkan mengatakan jika dia ingin menghapus hasil karyanya dan "mengakhiri pertunjukan sirkus" yang ada.
Lewat akun Instagram-nya, Ernest menyampaikan penyesalan sekaligus kekecewaannya karena Armenian Street tidak lagi sama seperti dulu.
"Jalanan ini tidak lagi sama seperti ketika aku pertama pindah, sebuah jalan peninggalan budaya yang sepi dengan beberapa penduduk lokal menawarkan barang antik atau potongan rambut."
Menurut Ernest, hal-hal yang dulu membuat Penang menarik kini telah berubah menjadi toko suvenir, restoran, dan atraksi lain yang bertujuan untuk menyenangkan turis.
Baca Juga: Percantik Toilet dengan Karya Seniman Kelas Dunia, Intip Koleksinya Yuk
Tidak hanya itu, Ernest juga khawatir jika Penang tidak akan bisa mempertahankan status UNESCO World Heritage mereka karena telah gagal mempertahankan "budaya, arsitektur, dan komunitas" yang ada.
"Akhir kata, seni tidak seharusnya berujung pada izin kontruksi, penjualan rumah peninggalan budaya ke investor asing, lisensi bisnis, izin pendaratan kapal pesiar, atau rute penerbangan baru," tutup Ernest Zacharevic.
Berita Terkait
-
Pilot Malaysia Tertangkap Selundupkan 26 Kg Ekstasi di Bandara Soetta, Disimpan dalam Koper Kru
-
Commuter Line Disulap Jadi Etalase Promosi Visit Malaysia 2026 di Indonesia
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Hasil Drawing FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Hadapi Malaysia!
-
Intip Kemajuan Pendidikan Malaysia: Siswa Difokuskan Kuliah hingga Dapat Bantuan Uang Tunai
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga