Lifestyle / Food & Travel
Minggu, 07 Juli 2019 | 02:00 WIB
Tiga patung besar milik Kerajaan Dahomey [VOAIndonesia]

Suara.com - Perancis Kembalikan 26 Artefak ke Afrika yang Diambil pada Zaman Kolonial.

Perancis dinilai bakal mempercepat pengembalian 26 artefak yang diambil dari Negara Benin - Afrika Barat dalam masa kolonial.

Pengumuman yang diutarakan pada Kamis 4 Juli 2019 ini muncul ketika para pakar seni Eropa dan Afrika bertemu di Paris untuk pembicaraan tentang kerja sama budaya, dan bagaimana menggunakan warisan Afrika guna memperkuat pembangunan benua.

Pengembalian artefak Afrika yang diambil oleh penjelajah itu tetap menjadi masalah utama dalam hubungan Eropa-Afrika yang menjadi daya tarik November lalu ketika Presiden Perancis Emmanuel Macron mengumumkan kembalinya 26 artefak bersejarah ke Benin.

"Paris akan melanjutkan restitusi tanpa menunggu undang-undang baru untuk menyimpannya. Perancis akan mempertimbangkan tuntutan serupa dari negara lain," ujar Menteri Kebudayaan Perancis, Franck Riester seperti mengutip VOAIndonesia.

Eropa diyakini menampung sekitar 90 persen warisan budaya Afrika. Benin adalah negara pertama yang secara resmi meminta Perancis untuk mengembalikan artefak.

Jose Pliya, yang mengepalai Badan Pengembangan Warisan dan Pariwisata Nasional Benin, NAPT, menyambut baik kembalinya artefak yang tertunda itu - meskipun ia mengatakan Benin sekarang harus mencari tempat untuk menyimpannya. 

Load More