Suara.com - Sebagai negara yang dikenal memiliki banyak penduduk usia tua, Jepang sudah lama memiliki masalah sehubungan dengan berkurangnya jumlah populasi.
Bahkan, saking banyaknya orang Jepang yang menolak untuk memiliki anak, hal ini rupanya turut berpengaruh pada keberadaan sekolah di Jepang.
Dilansir dari laman Travel and Leisure, Jepang rupanya mengestimasikan bahwa ada sekitar 500 sekolah yang terpaksa tutup setiap tahunnya karena tidak memiliki cukup murid.
Menurut Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Sains, dan Teknologi di Jepang, total terdapat 7.583 sekolah yang sudah tutup dalam kurun waktu 2002-2017 dan menyisakan gedung tak terpakai.
Hal ini tentunya menjadi masalah, sampai Jepang memiliki ide untuk "mendaur ulang" gedung-gedung tersebut.
Di Jepang sendiri, terdapat konsep yang bernama "mottainai" atau yang berarti tidak ada pemborosan.
Konsep ini merupakan sesuatu yang sangat dihargai dalam budaya Jepang dan sudah ada sejak zaman Perang Dunia 2 dulu.
Berdasar konsep ini jugalah, banyak bangunan sekolah di Jepang yang akhirnya dipakai untuk fungsi lain.
Mulai dari hotel hingga museum, inilah 4 destinasi di Jepang yang dulunya merupakan bangunan sekolah namun kini menjadi tujuan turis.
Baca Juga: Belum Selesai Dibangun, 5 Destinasi Ini Malah Ramai Turis
1. Penginapan Haretoke
Terletak di daerah pegunungan di Prefektur Tokushima, Haretoke merupakan sebuah penginapan yang berada di gedung sekolah.
Dulunya, Haretoke ini adalah gedung sekolah dasar bernama Shimonoro-Lunai.
Setelah diabaikan, gedung sekolah tersebut lantas diubah menjadi penginapan Haretoke yang juga memiliki restoran dan kedai kopi.
2. Hotel School House
Di Pulau Goto, tepatnya didekat objek wisata Nordisk Village, terdapat sebuah hotel yang bernama School House.
Berita Terkait
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Deretan Fakta Sekolah Islam Harapan Ibu: Warisan Wapres sampai Pinjam Uang Demi Lapangan Padel
-
Geger Pistol dan CD Porno di Sekolah Harapan Ibu: 580 Siswa PJJ; Yayasan Lapor KPAI dan DPR
-
5 Fakta Mengejutkan Temuan 995 Senjata dan CD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
-
Pendidikan Berstandar Internasional Semakin Dibutuhkan, Bekali Anak dengan Keterampilan Masa Depan
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali