Suara.com - Heboh Kasus Galih Ginanjar, Kenali Jenis Pelecehan Seksual Non Fisik.
Belakangan ini kasus pelecehan seksual gencar diberitakan di media masa. Seperti kasus Baiq Nuril (BN) yang dilecehkan oleh atasan kerjanya dan juga kasus Fairus Arafiq yang dilecehkan mantan suami, Galih Ginanjar.
Dua contoh kasus tersebut masuk dalam kategori pelecehan seksual non fisik, yang mana banyak masyarakat masih awam dalam memahami pelecehan seksual kategori ini. Sehingga, banyak korban tidak melaporkan kasusnya ke pihak berwajib.
Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Sri Nurherwati menyatakan, perempuan harus mengenali bentuk-bentuk kekerasan atau pelecehan seksual non fisik. Tujuannya agar mereka tidak membiarkan kejadian itu dan berani melapor.
"Pelecehan seksual non fisik diantaranya adalah intimidasi, ancaman, dan ujaran yang bersifat seksual baik secara langsung atau pun menggunakan media sosial, yang berakibat pada kerugian atau penderitaan korban (rasa terhina dan direndahkan martabat kemanusiannya)," ujar Sri saat ditemui Suara.com, Senin (8/7/2019) di kantor Komnas Perempuan Jakarta Pusat.
Lebih lanjut ia mengatakan, perempuan-perempuan yang mengalami pelecegan seksual non fiak berpotensi mengalami dampak psikis. Sebagai jalan keluar, keberanian melapor setidaknya dapat membantu mereka mendapat pendampingan.
"Dampak psikis tersebut dengan serta merta dapat mempengaruhi kondisi fisik korban. Sayangnya, hanya sedikit korban yang berani melapor bentuk kekerasan seksual ini. Karena minimnya perlindungan hukum dan masih kuatnya budaya yang menempatkan pelecehan seksual sebagai sebuah kewajaran," sambungnya.
Situasi seperti yang disebutkan di atas akan menyebabkan korban pelecehan seksual (terutama non fisik) rentan dikriminalkan atas upayanya mengungkap kejahatan. Bagaimana menurut kamu dengan perkara yang sedang heboh terkait Galih Ginanjar hina mantan istri yakni Fairus Arafiq?
Baca Juga: Puing Jembatan Empat Palu yang Runtuh Akibat Tsunami Akan Dilelang
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games
-
URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill
-
Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya
-
KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI
-
Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China
-
Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli
-
Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?
-
BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT
-
BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan