Suara.com - Baljenac Island, pulau unik di kawasan perairan Kroasia ini membentang di sekitar Laut Adriatik, sebuah laut yang memisahkan Italia dan Balkan.
Uniknya, pulau kecil berukuran 14 hektar ini, jika dilihat dari atas, serupa sidik jari dengan gurat dan lengkungnya nan khas.
Garis-garis serupa sidik jari yang tersemat pada pulau tak berpenghuni ini sejatinya merupakan artefak dinding-dinding batu yang dikelilingi pepohonan.
Dinding batu yang membentang sejauh 23 kilometer tersebut merupakan tanda batas setiap lahan perkebunan.
Struktur dinding batu nya pun tidak dibangun dengan alat maupun mesin melainkan manual menggunakan tenaga manusia.
Para penggarap kebun tersebut, yakni penduduk Pulau Kaprije yang berdiam di selatan Kroasia.
Seabad silam, Baljenac Island merupakan lahan kosong yang sempat digubah menjadi kawasan perkebunan.
Penduduk pria di Pulau Kaprije setiap harinya akan mengantarkan kaum wanita berladang menuju pulau tersebut. Lantas pada malam hari, mereka akan dijemput kembali.
Nahas, aktivitas bercocok tanam di Baljenac Island tidak bertahan lama sebab para penduduk Kaprije merasa kesulitan mengelola tanaman di pulau tengah laut itu.
Hari ini, Baljenac Island masih berdiri, menyisakan artefak berupa dinding batu bekas lahan perkebunan. Otoritas Kroasia tetap mempertahankan pulau ini dan mengajukannya pada UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia.
Potensi wisata ini kemudian dimanfaatkan agen wisata setempat dengan membuka aneka tur perjalanan menuju Baljenac Island.
Untuk berlibur ke pulau ini, kita harus bertolak sekitar tiga jam dari Zagreb menggunakan speedboat.
Berminat liburan di pulau sidik jari, Baljenac Island?
Berita Terkait
-
Sensasi Bernina Express Pullman Class, Kereta Panorama dengan Sajian Pemandangan Alpen hingga Italia
-
Warga Rempang Tak Tolak Sekolah, Tapi Menolak Pembangunan di Atas Lahan Sengketa
-
Warga Rempang Ketakutan, Alat Berat Masuk Saat Sinyal dan Listrik Padam
-
Pulau Padar di Mana? Ini Lokasi, Lama Perjalanan, dan Estimasi Biayanya
-
Kenapa Pulau Padar Ditutup? Ini Alasan Wisatawan Tak Bisa Berkunjung Seenaknya
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan