Belanja Masalah di Pulau Untung Jawa, Bang Doel Soroti Ketersediaan Air Bersih Ratusan Warga

Jum'at, 25 September 2026 | 15:31 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. (Foto dok. Pemprov DKI)
BACA 10 DETIK
  • Wagub DKI Rano Karno meninjau fasilitas air bersih di Pulau Untung Jawa pada Jumat (25/9/2026).
  • Sebanyak 310 rumah di pulau tersebut belum menikmati jaringan perpipaan resmi karena cakupannya baru mencapai 35 persen.
  • Pemprov DKI Jakarta menargetkan perluasan cakupan perpipaan air bersih mencapai 100 persen pada tahun 2029 mendatang.

Suara.com - Sebanyak 310 rumah di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, masih terkatung-katung menanti penyambungan jaringan perpipaan air bersih resmi.

Kondisi tersebut menjadi sorotan saat Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meninjau fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di pulau berpenduduk 2.647 jiwa itu pada Jumat (25/9/2026).

Saat ini, jaringan perpipaan PAM JAYA baru dinikmati oleh sekitar 170 rumah tangga atau baru mencakup kisaran 35 persen warga setempat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun memasang target agar cakupan perpipaan air bersih bisa menyentuh angka 100 persen pada 2029 mendatang.

Guna mengurai benang kusut keterbatasan pasokan air di Pulau Untung Jawa, Rano menegaskan agenda pembahasan tindak lanjut bersama jajaran terkait.

“Setelah ini, kami akan menggelar rapat terbatas untuk membahas masalah ketersediaan air bersih di Pulau Untung Jawa yang masih menjadi kendala. Fasilitas yang ada perlu ditingkatkan kapasitasnya karena seiring bertambahnya populasi warga, kebutuhan konsumsi air pun kian meningkat,” ujarnya dalam keterangan pers resmi Pemprov DKI Jakarta.

Saat ini pasokan air warga ditopang oleh fasilitas SWRO, Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO), serta sumur air tanah.

Fasilitas SWRO yang beroperasi tercatat mengolah air laut dengan kapasitas 2,5 liter per detik atau setara 216 meter kubik per hari melalui pipa dan reservoir.

Rano menegaskan, peninjauan lapangan hari ini difokuskan untuk menginventarisasi kebutuhan paling mendasar di wilayah pulau terpadat.

“Kunjungan lapangan hari ini merupakan bagian dari upaya belanja masalah untuk menginventarisasi kebutuhan mendasar kepulauan, dimulai dari pulau-pulau yang memiliki jumlah penduduk paling padat. Kami memiliki rencana strategis ke depan untuk memperbesar kapasitas sumber air baku yang bersumber dari laut,” papar figur yang akrab disapa Bang Doel itu.

Percepatan peningkatan infrastruktur air olahan laut ini diharapkan mampu memangkas antrean ratusan keluarga yang belum tersambung pipa air bersih.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com