Suara.com - Seorang perancang busana asal London, dituduh melakukan perampasan budaya. Tuduhan itu mucul setelah ia menggunakan gambar Dewi Hindu Durga untuk serangkaian pakaian yang dirilis awal tahun ini.
Melansir dari Next Shark, Sera Ulger yang berbasis di Dalston, London Timur merilis baju renang, jaket, dan sepasang celana panjang pada bulan Januari.
Namun kemudian ia meminta maaf karena telah menyinggung komunitas Hindu "tanpa sengaja."
"Merek saya adalah tentang kekuatan perempuan. Ini tentang sikap dengan banyak emosi pada cetakan. Jadi menggunakan sang dewi cukup relevan," kata Sera Ulger kepada Evening Standard setelah serangan dari warganet.
Tapi beberapa bulan kemudian, warganet kembali mengecam Sera Ulger karena terus menjual karya kontroversial itu. Namun, ia menghapus komentar dan memblokir orang di media sosial.
Dalam serangkaian IG Story pada hari Kamis (18/07/2019) pengguna Instagram Hindu @smriti__shah menggambarkan bagaimana Sera Ulger berusaha membungkam mereka yang mengeluh tentang karyanya.
Drama ini dimulai setelah @smriti__shah memposting sebuah story yang meminta Sera untuk menghapus jaket dari produksi. "@Seraulgerldn hapus jaket ini dan berhenti menempelkan agamaku pada pakaian karena estetiknya,"
Sera diduga mematikan semua komentar untuk postingan @smriti__shah yang telah dibagikan dalam ceritanya. Sampai tulisan ini dibuat, halaman Instagram Ulger, yang menggunakan nama pengguna @serauglerldn , tidak tersedia.
@smriti__shah juga menemukan bahwa Ulger telah bercabang untuk menjual kemeja yang berisi gambar yang sama untuk pria. "Laporkan merek ini, TOLONG," desaknya.
Baca Juga: Keren, Desainer Muda Ajak Peduli Lingkungan dengan Bawa Alat Makan Sendiri
@smriti__shah, yang juga membawa masalah ini ke Twitter, meminta warganet untuk membantunya memboikot merek Sera Ulger.
Saat ini hanya Goddess Print Puffer Jacket yang tersedia di situs web Sera Ulger dengan harga USD 562 atau Rp 7,8 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
"Nyaman Bersama Mandiri", Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan
-
Tak Melulu Jawa, Film Suanggi: Ilmu Kutukan Siap Teror Bioskop Lewat Horor Indonesia Timur
-
Ada KJ Apa, Netflix Umumkan Jajaran Pemain Serial Myron Bolitar
-
Zulhas Minta Waktu Sebulan ke Prabowo untuk Benahi Tata Kelola MBG
-
Cekcok saat Rapat, 2 Pentolan Golkar Riau Ditantang Duel di Atas Ring Tinju
-
5 HP Murah Terbaik untuk Ojol Menurut Review, Performa Gacor Mulai Rp1 Jutaan
-
Lebih Kejam dari Ghosting: Kenali Breadcrumbing, Jebakan Cinta yang Menguras Mental
-
AHM Dorong Transformasi Layanan Melalui KLHN 2026
-
Park Ji Hyun dan Lee Jong Suk Berpotensi Bintangi Drama Misteri 'Paradise'
-
Jelang Piala AFF 2026, Stadion Pakansari Dipoles Rp8 Miliar untuk Timnas Indonesia