Suara.com - Dalam mencari perhiasan, banyak perempuan saat ini yang memilih desain simpel namun tetap elegan, karena bisa dikenakan di berbagai kesempatan sekaligus dan dipadukan dengan busana apapun.
Hal inilah yang membuat PT Hartadinata Abadi Tbk (Hartadinata), produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi Indonesia, meluncurkan koleksi perhiasan terbaru, yang dinamakan Metamorfosa.
Perhiasan dengan kesan chic and glam ini dirancang secara khusus oleh perancang perhiasan ternama, Hans Virgoro. Menurut Hans, desain Metamorfosa terinspirasi dari proses metamorfosis seekor kupu-kupu, hingga menjadi kupu-kupu yang sempurna dengan sayap yang indah dan menawan.
"Metamorfosa mengingatkan kita kembali bahwa tidak ada sesuatu di dunia yang instan, perubahan manusia ke arah yang lebih baik selalu membutuhkan proses yang panjang. Oleh sebabnya, manusia perlu terus bersabar dan tekun dalam perjuangannya," ungkap dia dalam peluncuran perhiasan emas Metamorfosa di Jakarta, Jumat (2/8/2019).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, Sandra Sunanto, berharap melalui makna filosofis yang terkandung di dalam koleksi perhiasan Metamorfosa, bisa membuat perempuan Indonesia semakin terinspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Koleksi perhiasan Metamorfosa, lanjut Sandra, terdiri dari cincin, anting, kalung, dan gelang yang sudah tersedia di seluruh toko ACC di Indonesia.
"Karena ini perhiasan emas, harganya menyesuaikan harga emas. Ada dua jenis, kadar tua 750 harganya Rp 12-13 juta satu set. Sedangkan kadar muda 375 harganya Rp 10 juta-an satu setnya," tutup Sandra.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung
-
Perempuan UMKM Harus Berani Naik Kelas, Belajar Branding hingga Strategi Bisnis