Suara.com - Seiring berjalannya waktu, tidak sedikit perusahaan yang berinovasi untuk mengubah kemasannya menjadi lebih ramah lingkungan. Salah satunya yakni cokelat KitKat.
Seperti yang telah banyak kita ketahui, cokelat KitKat biasanya dikemas di dalam plastik sekali pakai.
KitKat juga dikenal kerap menghadirkan varian cokelat dengan rasa unik, mulai dari sake, obat batuk hingga anggur.
Cokelat ini tak jarang dibawa oleh wisatawan sebagai suvenir, karena KitKat dari beberapa negara memiliki cita rasa berbeda.
Dilansir Suara.com dari laman Sora News 24, Selasa (6/8/19), mulai akhir September nanti Nestle Jepang akan membuat perubahan besar pada kemasan KitKat.
Mereka akan mengubah kemasan plastik cokelat KitKat menjadi kertas yang lebih ramah lingkungan.
Nestle Jepang berharap, dengan diubahnya kemasan cokelat KitKat, mereka mampu menghemat 380 ton sampah plastik setiap tahunnya.
Kemasan cokelat KitKat baru yang terbuat dari kertas ini akan diterapkan di dalam lima produk utama mereka.
Demi menarik perhatian konsumen, cokelat KitKat membuat kemasan kertas ini menjadi lebih interaktif.
Baca Juga: Tak Sengaja Makan Cokelat Laksatif, Pria Ini Menderita Diare Cukup Parah
Konsumen bisa menulis pesan di kemasan cokelat KitKat ini kemudian mengirimkannya kepada keluarga dan teman-teman mereka.
Tak hanya sampai di situ saja, kemasan cokelat KitKat ini ternyata juga dapat dibentuk menjadi origami.
Jadi bagi Anda yang berencana liburan ke Jepang pada akhir tahun, jangan lupa untuk membawa pulang cokelat KitKat origami ini sebagai oleh-oleh ya.
Berita Terkait
-
Lipstik Warna Cokelat Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Rekomendasinya yang Elegan
-
Strategi Hyundai Hadapi Gempuran Mobil Hybrid dan Listrik di Indonesia
-
Ada Hormon Serotonin di Balik Kebahagiaan yang Muncul Saat Makan Es Krim Cokelat
-
7 Cokelat Lokal Indonesia yang Bisa Jadi Hadiah Valentine, Tak Kalah dari Produk Impor
-
10 Rekomendasi Hadiah Valentine Selain Cokelat dan Bunga, Lebih Unik dan Berkesan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
-
Deretan Fasilitas Penerima Beasiswa LPDP seperti Dwi Sasetyaningtyas
-
Cara Menukar Uang Baru yang Benar agar Terhindar dari Riba
-
Apa Itu Gamis Bini Orang? Lagi Ngehype di Ramadan 2026, Segini Harganya
-
Cara Download Bukti Pemesanan BI Pintar saat Tukar Uang Baru
-
Kapan Waktu yang Tepat untuk Membayar Zakat Fitrah? Ini Cara yang Benar
-
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
-
Tata Cara Wudu saat Puasa, Boleh Berkumur atau Tidak? Ini Penjelasannya
-
Dwi Sasetyaningtyas Anak Siapa? Profesi Ayahnya Tidak Sembarangan
-
Ketentuan THR 2026 untuk Karyawan Swasta, Paling Lambat Dibayar Kapan?