Suara.com - Belum lama ini, publik dibuat tertawa dengan kisah salah seorang wanita yang menceritakan suaminya salah memakan cokelat laksatif.
Parahnya lagi, bukan hanya 1-2 potong yang dimakannya, melainkan seluruh cokelat dilahapnya dalam sekali waktu.
Sebagai informasi, cokelat laksatif sendiri merupakan salah satu obat pencahar untuk membantu mengatasi sembelit dengan membuat kotoran bergerak mudah di usus.
Biasanya obat pencahar ini diberikan kepada pasien untuk membersihkan usus sebelum dioperasi.
Namun, obat pencahar ini tak melulu pil melainkan ada pula yang berbentuk batangan cokelat.
Obat pencahar dibuat serupa batangan cokelat agar mudah dikonsumsi oleh anak-anak yang mengalami kesulitan buang air besar.
Nah, jadi bisa terbayang kan jika suami wanita ini memakan satu kotak besar cokelat laksatif tadi?
Abby Jimenez dari Minnesota membagikan kisah lucunya itu lewat Instagram, tentunya dengan izin sang suami ya.
"Jadi tadi malam suamiku memakan Ex-lax. Kemudian pagi ini dia mulai turun ke kamar mandi beberapa kali," tulis Abby.
Baca Juga: Wow, Kabarnya Kue Cokelat Ini Sering Dibawa Ratu Elizabeth saat Liburan
"Dia mengatakan tingkat diare yang dialaminya begitu kejam. Dia juga merasa ada sesuatu yang salah."
"Dia memandangi kemasan itu, dan menyadari bahwa ada aturan makan satu atau dua kotak itu berarti kotak kecil, bukan seluruh blok dihabiskan," imbuhnya.
Dengan sigap, Abby langsung menghubungi layanan Poison Control untuk meminta bantuan tentang bagaimana cara membantu pasangannya yang terlanjur memakan obat pencahar terlalu banyak.
"Aku benar-benar tak bisa berhenti tertawa, banyak yang mengira aku iseng kepadanya. Semua orang pasti juga tertawa ketika aku menelpon bahwa suamiku yang berusia 39 tahun makan satu kotak besar cokelat laksatif," sebutnya.
Abby melanjutkan serta meyakinkan kepada semua orang bahwa suaminya akan baik-baik saja meskipun harus mengalami diare terlebih dahulu.
Tidak sedikit warganet yang merasa kasihan dengan suami dari wanita itu.
Berita Terkait
-
Wangi Manis yang Bikin Candu! 5 Rekomendasi Parfum Aroma Cokelat Paling Awet
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Tak Hanya Energi, Eropa Kini Dilanda Krisis Cokelat KitKat
-
Nestle Umumkan 12 Ton Cokelat KitKat Dicuri Jelang Paskah
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?