Suara.com - Yuk Berburu Makanan Legendaris di Festival Kuliner Kampoeng Tempo Doeloe.
Festival Kampoeng Tempo Doeloe atau KTD kembali hadir di kawasan La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dibuka mulai 7 Agustus 2019, KTD hadir sebulan penuh hingga 8 September 2019 mendatang.
Sesuai namanya, Kampoeng Tempo Doeloe identik dengan hiasan jadoel laiknya pusat niaga zaman baheula. Hiasan jadoel terlihat lewat konsep tenant yang dibuat seperti gubukan dengan tambahan aksesoris kain batik di mana-mana.
Selain itu, KTD juga menghadirkan menu-menu makanan legendaris seperti asinan dari Bogor, sate klopo dari Surabaya hingga gudeg dari Yogyakarta.
"Kuliner legendaris ini dipilih berdasarkan riset tim KTD di mana rata-rata pedagang telah dikenal luas masyarakat, dan eksis melakukan usaha selama lebih dari tiga dekade," kata kata Deputy Chairman JFFF, Cut Meutia.
Salah satu tenant yang hadir dalam Festival Kampoeng Tempo Doeloe adalah Sate Klopo Akong Khas Surabaya. Menurut Yoke Erwan, pemilik kedai, sate klopo adalah sate daging yang diberi taburan kelapa parut atau yang biasa dikenal dengan nama serundeng.
"Sate klopo itu terbuat dari daging sapi yang dikasih bumbu suwiran kelapa. Itu keunikannya, kelapa langsung blend sama daging," kata Yoke kepada Suara.com, Rabu, (7/8/2019).
Setelah dipanggang di atas arang, daging yang sudah matang disajikan dengan bumbu kacang pada umumnya. Satu porsi sate klopo Rp 38.500 dengan tambahan lontong seharga Rp 5000.
KTD dibuka setiap hari dengan jam operasional 16:00-22:00 pada Senin sampai Kamis, 16:00-23:00 pada Jumat, 11:00-23:00 pada Sabtu dan 11:00-22:00 pada Minggu.
Baca Juga: Sejarah Budaya Kuliner Jepang dalam Hidangan Nippon Cuisine
Jadi jangan lewatkan berburu makanan legendaris di Festival Kuliner Kampoeng Tempo Doeloe di kawasan La Piazza ini sebelum kehabisan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki
-
Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada
-
Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen
-
Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah
-
5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project