Suara.com - Solo traveling menjadi aktivitas yang semakin disukai akhir-akhir ini. Namun, bagi kaum perempuan, solo traveling tentu memiliki risiko tersendiri.
Mulai dari tingkat keamanan hingga isu kesetaraan gender, ada beberapa negara yang sebaiknya tidak dikunjungi traveler perempuan sendirian.
Hal ini diperkuat hasil penelitian travel blogger Asher dan Lyric Ferguson, yang telah membuat Women's Danger Index untuk setiap negara menggunakan sumber seperti Gallup World Poll, UN Women, Georgetown Institute, dan World Economic Forum.
Index itu sendiri menggunakan delapan faktor: tingkat keamanan saat berjalan sendirian di malam hari, pembunuhan pada perempuan, kekerasan seksual, kekerasan seksual oleh pasangan, diskriminasi legal, global gender gap, kesenjangan gender, dan kekerasan pada sikap perempuan.
"Solo traveler perempuan sudah menjadi tren populer dan perempuan sering pergi ke tempat yang berbahaya hanya berdasarkan cerita teman atau foto Instagram," ujar Lyric Fergusson seperti dilansir dari Insider.
Maka, berbekal indeks tersebut, keduanya pun berharap agar solo traveler perempuan dapat memiliki data dan tahu negara mana saja yang berbahaya untuk didatangi.
Berikut 6 negara yang paling tidak aman untuk dikunjungi traveler perempuan sendirian.
1. Afrika Selatan
Afrika Selatan disebut sebagai negara terbaik untuk dikunjungi di benua Afrika. Namun, perempuan disarankan untuk tidak pergi ke sana sendirian.
Baca Juga: Siapa Bilang Solo Traveling Menguras Kocek, Ini Tips Biar Hemat
Salah satu alasannya adalah hanya 25% perempuan di Afrika Selatan yang merasa aman untuk berjalan sendirian saat malam.
Selain itu, tingkat pembunuhan pada perempuan di negara ini juga termasuk tinggi.
2. Brasil
Sedikit mirip dengan Afrika Selatan, hanya 28% perempuan di Brasil yang merasa aman untuk berjalan sendirian saat malam.
Selain itu, tingkat pembunuhan pada perempuan, kekerasan oleh pasangan, dan ketimpangan gender di Brasil juga termasuk sebagai yang terburuk.
3. Rusia
Berita Terkait
-
UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK
-
Janda-janda di Gaza, Terpaksa Cerai Khulu Tak Tahan Hidup Makin Susah di Tengah Perang
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab
-
Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!
-
Status dan Latar Belakang Tak Boleh Halangi Hak Korban Kekerasan Mendapat Keadilan
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
Terkini
-
Sesaat Lagi Kick Off! Link Live Streaming Persib vs Bali United Malam Ini, Maung Bandung Juara?
-
Kasus Tambang Ilegal Tuban Meluas, Dua Nama Dilaporkan ke Polisi
-
Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 70 Orang, 14 Ribu Warga Manggarai Timur Pilih Mengungsi Mandiri
-
Geger Karnaval HUT RI, 3 Orang Jadi Tersangka Pemukulan Kapolsek dan Danramil Cicalengka
-
Perpres Ojol Diperluas, Tarif Antar Makanan dan Barang Bakal Diatur
-
Menimbang Operasional Koperasi: Cukup dengan Modal vs Model Bisnis Matang
-
Libatkan Anak Difabel, SBY Art Community Suarakan Pesan Perdamaian Lewat Seni Lukis
-
IHSG Diramalkan Capai 7000 di Kuartal III 2026
-
Cara Dapat Uang Tunai dari BRI Cicilan Emas Lewat BRImo
-
Toyota Kijang Innova Jadi Mobil Paling Banyak Ditukar Tambah Pengunjung GIIAS 2026