Suara.com - Rumah Cemara, Wadah "Termarjinal" yang Ikut Homeless World Cup di Inggris.
Pengguna Napza dan pengidap HIV/AIDS atau ODHA masih menjadi komunitas yang termarjinalkan oleh lingkungan sosial masyarakat di Indonesia.
Tapi hal tersebut coba dihapus secara perlahan oleh sekelompok pemuda dari organisasi non-profit asal Bandung, Rumah Cemara.
Lewat sepak bola, Rumah Cemara coba merangkul dan memberdayakan mereka.
Tahun ini misalnya, merupakan tahun kesembilan Rumah Cemara mewakili Indonesia dalam ajang sepak bola tunawisma dunia bertajuk Homeless World Cup di Cardiff, Inggris.
Meski hanya menduduki peringkat ke-20 dari 40 negara yang ikut serta, namun menurut Ketua Layanan Komunitas Rumah Cemara, Indra Simorangkir, tujuan utama dari keberangakatan ke Cardiff adalah mengubah pola pikir anggota komunitas dan masyarakat, bukan sertamerta gelar yang harus didapat.
"Buat saya, ini satu keberanian yang harus dihargai terlepas mereka tidak juara. Karena orang yang kami kirim bukan orang yang jago main bola, tapi orang-orang yang mau berubah lewat satu kendaraan, namanya sepak bola," kata Indra saat ditemui Suara.com sesaat setelah pertandingan persahabatan melawan club Jakarta 69 dalam acara 'Sang Pemburu Mimpi' di kawasan Simprug, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kata Indra, ada beberapa hal yang dipertaruhkan saat membawa anggota komunitas Rumah Cemara ke ajang internasional tersebut.
Pertama adalah urusan dana. "Bayangkan setahun setidaknya kami harus mencari dana hampir Rp 1 Miliar," katanya.
Baca Juga: Penderita HIV AIDS Terancam Tak Bisa Konsumsi Obat ARV
Dengan dana sebesar itu, Rumah Cemara membutuhkan sponsor utama. Dukungan kemudian datang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang berharap adanya output positif dari penyelenggaraan Homeless World Cup.
Kedua, adalah risiko karena tak ada yang menjamin anggota komunitas tidak kembali ke dunia kelam yang telah mereka geluti. Misalnya saja, kata Indra, pengguna Napza harus bersedia meninggalkan kebiasaan menggunakan barang haram jika ingin berangkat ke agenda tahunan Homeless World Cup.
Indra sendiri sadar, tak semua pengguna narkoba yang masuk ke Rumah Cemara dapat melepaskan kebiasaannya. Tapi ia berani jamin, 80 persen anggota Rumah Cemara telah berubah ke arah yang lebih baik.
"Hampir 80 persen orang-orang yang ikut Rumah Cemara, mau berubah. Ada yang jadi pelatih atau menjadi pelayan kegiatan sosial," tambahnya.
Memberi Ruang dan Kesempatan
Rumah Cemara ibarat oase bagi orang yang termarjinalkan. Stigma bahwa mereka adalah 'sampah masyarakat' dan tidak bisa berbuat apa-apa, membuat anggota komunitas harus urungrembuk membuktikan bahwa pandangan tersebut salah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Daftar Harga Mesin Cuci LG Front Loading 8 Kg Terbaru, Mulai dari Rp4 Jutaan
-
Munif Taufik Dijuluki Justice Collaborator Kasus FH UI, Apa Ancaman Hukumannya?
-
Hari Kartini 21 April 2026 Apakah Libur? Cek Ketentuan Resmi Menurut SKB 3 Menteri
-
6 Mesin Cuci 2 Tabung Harga Rp1 Jutaan yang Hemat Listrik, Cocok untuk Rumah Tangga
-
7 Rekomendasi Kacamata Anti Sinar UV 400, Lindungi Mata dari Sengatan Godzilla El Nino
-
4 Ancaman Hukuman Berat Menanti 16 Mahasiswa UI Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Grup Chat
-
7 Parfum Wanita yang Tercium dari Jarak Jauh, Murah Cuma Rp30 Ribuan
-
Front Loading vs Top Loading, Ini Kelebihan dan Kekurangan Mesin Cuci 1 Tabung
-
Bukan Whistleblower, Munif Taufik Dicap Netizen Justice Collaborator di Kasus FH UI, Apa Bedanya?
-
5 Rekomendasi Primer yang Tahan Lama, Bikin Makeup Menempel Seharian