Suara.com - Kapal-kapal tradisional menambatkan diri di tepi pantai di Pulau Nasi, Aceh Besar.
Beberapa nelayan di atasnya melemparkan jala ke hamparan laut nan biru. Sementara beberapa yang lain sibuk menjaring dan memancing.
Selain nelayan-nelayan yang menambatkan sauh di tepian, satu dua pemuda dengan peralatan menyelam, mengarungi lautan. Mereka si pemburu gurita tradisional di Aceh.
Nyaris setiap hari, para pemburu gurita menyisir perairan, mencari gurita yang lihai bersembunyi di antara bebatuan karang.
Mata mereka dituntut jeli membedakan gurita dan batu, sebab hewan laut satu ini memang cerdik beralih rupa.
Begitu seekor gurita terlihat, dengan cekatan para pemburu menombakkan gancu, sejenis besi dengan ujung tajam melengkung yang siap menerkam bagian tubuh gurita.
Selama berjam-jam mereka mengarungi lautan, belasan gurita bisa didapatkan. Jika beruntung, rata-rata para pemburu gurita bisa merogoh kocek hingga Rp 200 ribu per hari.
Di kawasan pesisir Aceh Besar, pemburu gurita tradisional bukanlah profesi yang populer. Banyak dari mereka memilih menjadi nelayan ikan hingga pencari rotan.
Profesi ini pun kian terancam sebab tak sedikit pemburu gurita hari ini menggunakan bom untuk mencari hewan bertentakel tersebut sebab dinilai lebih praktis kendati pun dapat merusak karang dan ekosistem laut.
Baca Juga: Sambut Hari Kemerdekaan Indonesia, Ini 5 Ide Kuliner Bertema Merah Putih
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Air Bersih Belum Tentu Aman? Mengapa Keluarga Modern Kini Lebih Selektif Memilih Air Minum
-
Bagaimana Cara Dapat Kompensasi Pemadaman Listrik PLN?
-
5 Cara Selamatkan ASIP di Freezer saat Listrik Padam Berjam-jam, agar Tak Terbuang Sia-Sia
-
Gaya Bohemian Kembali Jadi Tren, Sandal Kasual Naik Kelas Lewat Kolaborasi Fashion
-
Kenapa Akhir-Akhir Ini Sering Mati Listrik? Ini Jawaban PLN
-
Kenapa PLN Melakukan Pemadaman Listrik? Ini 5 Alasannya
-
3 Micellar Water Khusus Anak untuk Angkat Kotoran di Wajah Tanpa Iritasi
-
4 Face Wash Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas Menurut Review
-
5 Mesin Cuci untuk Bisnis Laundry Skala Kiloan yang Awet
-
Alasan Kulit Babi Banyak Digunakan di Industri Fesyen, Umat Muslim Harus Teliti sebelum Beli