Suara.com - Minutesvideo Siap Ubah Perilaku Netizen dengan Produksi Konten Positif.
Seiring dengan meningkatnya penetrasi internet dan pengguna media sosial di Indonesia, kini aktivitas edukasi dapat dilakukan melalui berbagai platform. Maka memanfaatkan video inspiratif menjadi cara terbaik untuk menyebar konten-konten positif bagi pengguna internet di Indonesia.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), pada 2018 hanya ditemukan sebanyak 250 ribu konten positif. Sementara pada rentang waktu yang sama pemerintah menutup 800 ribu konten negatif.
Marc Schwyn, Co-CEO dari MinutesVideo Internasional mengatakan, platform yang memproduksi konten-konten positif terkait isu sosial, lingkungan, dan kesehatan dunia kini sangat dibutuhkan sebagai upaya menanggulangi krisis konten positif yang edukatif di dunia maya Indonesia.
"Hadirnya MinutesVideo Indonesia bertujuan untuk menyediakan lebih banyak konten postif di dunia maya untuk meningkatkan pengetahuan, kepekaan dan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap isu-isu penting," ucap Marc Schwyn dalam peluncuran Minutes Video yang dihadiri Suara.com, Jumat (27/9/2019) di Jakarta Pusat.
Dijelaskan pula oleh Kemenkominfo bahwa konten yang berisikan ponografi, pelecehan, perjudian, pemerasan, penipuan, kekerasan, pencemaran nama baik, provokasi SARA, hoax, terorisme, serta bullying atau perundungan itu sangat berbahaya karena bisa membuat sikap negatif pada orang yang terpapar.
Di tempat yang sama, Julia Margareth, Country Director dari MinutesVideos Indonesia menyambut baik platform video ilustrasi ini untuk meredam beragam masalah sosial yang berevolusi jenisnya dari masa ke masa.
"Konten video positif ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat Indonesia untuk perubahan yang lebih baik. Diharapkan masyarakat jadi terbiasa menyaksikan konten postif sehingga dapat mengubah pola pikir dan perilaku menjadi lebih baik dan terarah," tandasnya.
Baca Juga: Viral Video Bayi Takut Rumput, Apakah Kenyataannya Begitu?
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut