Suara.com - Komite Buku Nasional (KBN) kembali akan membawa konten Indonesia ke Frankfurt Book Fair (FBF), pameran buku terbesar di dunia, yang akan berlangsung pada 16-20 Oktober 2019 mendatang. Kali ini, selain konten buku, KBN yang didirikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai motor penyelenggara keikutsertaan delegasi Indonesia di pameran-pameran buku internasional ini juga akan menghadirkan konten nonbuku.
Menurut Laura Bangun Prinsloo, Ketua KBN, dengan membawa konten-konten nonbuku, KBN ingin memperlihatkan potensi dan dinamisnya relasi industri perbukuan dan konten kreatif di Indonesia. "Ajang FBF telah menjadi ajang pameran konten yang bentuknya tidak hanya dalam buku cetak tapi berbagai produk alihwahana lainnya. Dan Indonesia kali ini juga hadir dan menawarkan konten kreatif karya anak bangsa yang diharapkan bisa diminati pasar luar dan membuka peluang untuk diaplikasikan ke berbagai medium," katanya dalam jumpa pers di Ramurasa pada Selasa (8/10/2019).
Lalu, apa saja konten nonbuku yang akan dihadirkan dalam FBF kali ini? Di antaranya adalah sajian kuliner dari Aku Cinta Makanan Indonesia (ACMI) yang diwakili oleh Santhi Serad dan Astrid Enricka, pakar kopi Indonesia Adi Taroepratjeka dan Ronald Prasanto, penampilan musik dari Oppie Andaresta, serta 4 seniman ilustrasi yang akan melukis mural dan aurmented reality di stan Indonesia selama pameran berlangsung.
Khusus untuk sajian kuliner, ACMI akan menyajikan demo masak, di antaranya Western Sumatera Young Jackfruit Curry atau Gulai Cubadak asal Sumatera Barat, spiced ginger tea, serta yang paling menarik adalah Moluccas Butterfly Pea Flowers Tea with Nutmeg atau teh kembang telang.
"Bahannya sangat sederhana, hanya kembang telang dan bunga pala, ditambah sedikit gula. Kembang telang sendiri populer digunakan di beberapa negara Asia sebagai pewarna makanan. Dan bunga pala dikenal sebagai rempah-rempah khas, di mana ini sesuai dengan misi kami yang ingin memperkenalkan Indonesia sebagai The Spice Island," kata Santhi.
"Minuman ini cukup menggambarkan betapa Indonesia sangat kaya akan rempah. Warna birunya mungkin akan mengundang orang untuk bertanya-tanya, 'Ini pakai pewarna apa?' Tapi mereka bisa lihat sendiri bahwa ini semua bahannya alami. Dan nanti akan ada gimmick juga dari kita. Teh kembang telang ini, kalau ditetesi asam, warnanya akan berubah dari biru menjadi ungu. Nanti kita akan pakai perasan jeruk nipis. Perubahan warnanya akan langsung terlihat setelah 1 detik," jelas Astrid.
Untuk membuat minuman kembang telang ini sendiri cukup mudah. Semua bahan, yaitu kembang telang, bunga pala, dan gula diseduh selama 5-8 menit agar aroma bunga palanya keluar. Untuk memperkaya rasa dan mengubah warna minuman, kamu bisa meneteskan perasan jeruk nipis ke dalamnya. Rasanya? Unik, dengan dominasi rasa bunga pala.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard