Suara.com - Teknologi berbasis laser dan cahaya di dunia kecantikan dikenal sebagai teknologi terbaru yang menawarkan solusi untuk berbagai permasalahan kulit. Mesin dan alat laser yang harus diimpor dari luar negeri dengan harga yang tidak murah menjadi salah satu faktor mengapa teknologi laser ini masih relatif mahal. Maka tidak heran ketika sebagian besar orang masih melihat teknologi laser sebagai perawatan yang eksklusif dan mahal.
Padahal menurut survei ZAP Beauty Index 2018 yang dilakukan kepada 17.889 perempuan di Indonesia, laser wajah menjadi perawatan di klinik kecantikan yang paling digemari dalam lima tahun terakhir.
Oleh karena itu, per 1 Oktober 2019, ZAP Clinic, klinik kecantikan berbasis teknologi laser di Indonesia, menawarkan perawatan laser untuk kulit dengan harga yang lebih terjangkau. Dikutip dari siaran pers yang diterima Suara.com, perawatan ZAP Clinic yang sebelumnya berharga Rp 299.000 kini dapat dinikmati mulai dari harga Rp 199.000.
Strategi efisiensi harga tersebut merupakan bagian dari campaign #SemuaBisaNgeZAP yang bertujuan agar perawatan laser ZAP Clinic dapat terjangkau bagi lebih banyak perempuan Indonesia.
Dengan bantuan teknologi laser terbaik dunia, ZAP Clinic bertekad untuk membantu perempuan Indonesia lebih percaya diri dengan kecantikan alami masing-masing. Perawatan laser andalan ZAP Clinic yang kini bisa didapatkan dengan harga mulai dari Rp 199.000 dengan melakukan pembelian minimum empat rangkaian perawatan.
"Kami ingin membantu semakin banyak perempuan Indonesia untuk menemukan kepercayaan dirinya dengan perawatan berteknologi laser yang canggih, aman, serta ditangani oleh para dokter. Dengan harga baru yang lebih terjangkau, kini #SemuaBisaNgezap. Karena kami ingin menjadikan ngeZAP sebagai gaya hidup perempuan di Indonesia," kata Fadly Sahab selaku CEO ZAP Clinic.
Dengan semakin terjangkaunya perawatan kulit dengan teknologi laser, ZAP Clinic ingin merangkul perempuan-perempuan muda generasi Z untuk dapat menikmati perawatan laser berteknologi canggih. Bukan tanpa sebab, generasi Z yang lahir pada rentang 1996 sampai dengan 2010 tersebut masih memiliki tingkat kepercayaan diri yang cukup rendah. Hal ini tercermin dari ZAP Beauty Index 2018 yang menemukan bahwa 53,4% perempuan di bawah 24 tahun belum percaya diri dengan kondisi fisik mereka. Responden berusia di bawah 18 tahun bahkan lebih mementingkan memiliki kulit putih daripada merasa bahagia.
Dengan meluncurkan harga baru yang ramah bagi kantong pelajar dan mahasiswa melalui campaign #SemuaBisaNgezap, ZAP Clinic ingin mengajak perempuan-perempuan generasi Z menjadi lebih percaya diri dengan kecantikan alami masing-masing.
Baca Juga: Belajar dari Qory Sandioriva, Perawatan Kecantikan untuk Penderita Autoimun
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Rayakan 30 Tahun Romanza, Maestro Tenor Andrea Bocelli Siap Guncang Jakarta dan Borobudur
-
5 Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah, Cocok untuk SD hingga SMA
-
Jika Aku Mereka: Melihat Dunia dari Sudut Pandang Penyandang Disabilitas
-
Menuju Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia Ladeni Musuh Bebuyutan Malaysia
-
Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?
-
Gempa Susulan di Flores Masih Akan Berlangsung 30 Hari ke Depan, Frekuensi Menurun
-
Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK
-
Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi
-
Ardhito Pramono Gugat Sony Music Terkait Royalti, Akui Rugi Rp5,7 Miliar
-
Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital