Suara.com - Nampaknya Pangeran Harry sudah merasa muak akan semua pemberitaan dari media Inggris yang negatif dan sering menyudutkan istrinya, Meghan Markle.
Dilansir dari laman US Weekly, hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk membuat keluarga tersebut untuk pindah ke negara lain.
"Ini merupakan sebuah akumulasi, dan Harry menolak untuk berdiam diri ketika para media cetak Inggris terus mengamati Meghan dan menyerang privasi Meghan," ungkap salah satu sumber.
"Meghan merupakan wanita yang kuat, namun dirinya telah terpengaruhi oleh berita-berita yang negatif mengenai dirinya," lanjutnya.
Seorang sumber lain menambahkan bahwa pangeran yang berusia 35 tahun itu khawatir akan berpengaruh terhadap hubungannya dengan Meghan.
"Khawatir gangguan yang terus meningkat yang disebabkan oleh media akan berdampak pada hubungannya dengan Meghan, dan juga hubungannya dengan keluarga kerajaan, dan juga pada publik," katanya.
Di awal bulan, Pangeran Harry merilis sebuah pernyataan dalam membela Meghan Markle terhadap bullying yang ditanggung oleh istrinya selama hubungannya berlangsung.
"Aku telah berdiam diri mengamati bahwa penderitaan terkait privasi Meghan berlanjut terlalu lama. Untuk mundur dan berdiam diri akan menjadi bertentangan dengan segalanya yang kita percaya," jelas Pangeran Harry
"Terdapat titik ketika satu-satunya jalan adalah dengan berdiri menghadapi tindakan ini, karena tindakan ini dapat menghancurkan seseorang dan juga hidup seseorang," katanya.
Baca Juga: Hati-Hati Curhat di Media Sosial, Bisa Picu Kesehatan Mental
"Secara simpel, hal ini termasuk dalam kategori bullying, yang mana menakutkan orang," lanjut Pangeran Harry.
Pangeran Harry juga menambahkan bahwa ketakutan terbesarnya adalah sejarah yang akan terulang yang mengacu pada kematian ibunya, Princess Diana pada tahun 1977 di tengah-tengah penguntitan publik.
Sumber mengatakan kepada US Weekly bahwa jika keadaan tidak berubah, maka kedua pasangan tersebut akan pindah ke Kanada bersama anaknya, Archie secara permanen.
"Meghan dan Harry mempertimbangkan untuk pindah ke Kanada. Meghan dan Harry sedang mempertimbangkan hal tersebut untuk masa depan mereka," tutur sumber.
Memang, Meghan diketahui sempat tinggal di Kanada saat dirinya menjadi bintang di sebuah serial TV bernama ‘Suits’. Namun untuk keputusan pindah ke Kanada masih sangat samar-samar karena Pangeran Harry dan Meghan Markle masih melakukan tugas kerajaannya di Inggris.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Gaji ASN Mataram Terancam Hanya Sampai Oktober 2026, Sekda Ungkap Penyebabnya
-
TV 98 Inci Rp39 Juta Meluncur! Xiaomi Bawa QD-Mini LED dan Gaming 288Hz
-
12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
-
Pengemudi Truk Indonesia Siap Berkompetisi di Jepang Usai Juara UD Trucks Extra Mile Challenge 2026
-
Temuan Senjata Api hingga Narkoba di Sekolah Bukti Tata Kelola Pendidikan Bermasalah
-
Timnas Indonesia Dikalahkan Singapura? John Herdman Punya Alasan Ini ke Suporter
-
Seksi dan Dinamis! Kiss of Life Unjuk Sisi Tangguh Perempuan di Lagu Sweat
-
Temui Wamensos, Empat Bupati Siap Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
-
Yang Can't Live Alone Dihentikan, Mangaka Cabut Hak Publikasi dari Penerbit
-
Ada Nakes Jakarta Diduga Terlibat Kasus Perundungan Pasien BPJS, Tapi Bukan ASN