- OBAGI Medical Indonesia dan PERDOSKI Jakarta menggelar edukasi dermatologi mengenai pemanfaatan retinol di The Westin Jakarta.
- Kegiatan tersebut membahas peran klinis retinol dalam mengatasi tanda penuaan kulit serta pengenalan produk malam terbaru.
- Acara yang dihadiri 100 dokter ini merupakan kota pertama dari rangkaian edukasi ilmiah di delapan kota Indonesia.
Suara.com - Penggunaan retinol menjadi salah satu topik yang dibahas dalam kegiatan Lunch & Learn Roadshow Advancing the Science of Skin Health di The Westin Jakarta pada 13 September 2026.
Dalam diskusi yang digelar OBAGI Medical Indonesia bersama PERDOSKI Jakarta tersebut, para dermatolog membahas pemanfaatan retinol dalam perawatan skin aging, mulai dari dasar penggunaan hingga penerapannya dalam praktik klinis.
Sebanyak 100 anggota PERDOSKI Jakarta mengikuti kegiatan yang menjadi kota pertama dari rangkaian edukasi ilmiah OBAGI Medical di delapan kota di Indonesia. Diskusi menghadirkan dr. Adhimukti T. Sampurna Sp.DVE., Subsp.OBK., FINSDV, FAADV, FISQUA dan dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.DVE., FINSDV, FAADV, IFAAD sebagai pemateri, dengan dr. Litya Ayu Kanya Anindya, Sp.DVE, FINSDV, FAADV sebagai moderator.
Dalam pembahasannya, para dermatolog menyoroti peran retinol dalam membantu menangani sejumlah tanda penuaan kulit, seperti photoaging, perubahan tekstur, garis halus, dan kerutan. Penggunaannya, menurut pembahasan dalam kegiatan tersebut, perlu disesuaikan dengan kondisi kulit, kebutuhan, serta tingkat toleransi masing-masing pasien.
dr. Adhimukti menjelaskan, retinol memiliki bukti klinis dalam membantu memperbaiki berbagai tanda photoaging. Namun, manfaat tersebut perlu didukung dengan cara penggunaan yang disesuaikan dengan kondisi kulit setiap pasien.
“Retinol memiliki bukti klinis dalam membantu memperbaiki berbagai manifestasi photoaging. Dalam praktiknya, strategi penggunaan retinol perlu disesuaikan dengan kondisi, kebutuhan, dan tolerabilitas masing-masing pasien,” ungkap dr. Adhimukti.
Menurutnya, beberapa hal seperti konsentrasi, frekuensi pemakaian, serta cara memperkenalkan retinol secara bertahap perlu diperhatikan. Penggunaan yang konsisten dalam jangka panjang juga menjadi bagian penting untuk membantu mendapatkan hasil yang diharapkan.
Pembahasan mengenai penggunaan retinol kemudian diperluas oleh dr. M. Akbar Wedyadhana. Ia menjelaskan bahwa bahan aktif tersebut dapat menjadi salah satu pilihan untuk menangani sejumlah masalah kulit, mulai dari warna kulit tidak merata, tekstur kulit, fine lines, dan kerutan, hingga jerawat serta noda hitam.
Retinol juga dapat disesuaikan dengan berbagai perawatan dan prosedur dermatologi lainnya. Dalam praktiknya, penggunaannya dapat ditempatkan sebagai bagian dari tahap persiapan, perawatan lanjutan, maupun maintenance, bergantung pada kondisi dan kebutuhan kulit pasien.
“Saya telah melakukan pengamatan terhadap tiga pasien dengan karakteristik kulit Indonesia selama tujuh minggu. Hasil pengamatan menunjukkan adanya perubahan pada tekstur kulit, area kemerahan, serta tanda-tanda penuaan seperti garis halus dan kerutan,” ujar dr. Dhana.
Ia menambahkan, pengamatan tersebut memberikan gambaran mengenai penggunaan retinol sebagai bagian dari pendekatan perawatan skin aging. Meski demikian, penggunaannya tetap perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan tolerabilitas kulit masing-masing pasien.
Sejalan dengan pembahasan mengenai penggunaan retinol yang disesuaikan dengan kondisi kulit, OBAGI Medical turut memperkenalkan OBAGI Medical Retinol + PHA Night Cream. Produk ini menggabungkan Entrapped Retinol dengan PHA (Polyhydroxy Acid), dengan masing-masing bahan memiliki fungsi yang berbeda dalam perawatan kulit.
Entrapped Retinol disebut membantu mendukung regenerasi kulit, menyamarkan tampilan garis halus, serta memperbaiki tekstur kulit. Sementara itu, PHA membantu mengangkat sel kulit mati secara lembut sekaligus menjaga hidrasi kulit. Kombinasi keduanya ditujukan sebagai salah satu pilihan bagi mereka yang baru mulai menggunakan retinol.
Kegiatan di Jakarta ini awalan dari rangkaian Lunch & Learn Advancing the Science of Skin Health yang akan berlanjut ke tujuh kota lainnya di Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, OBAGI Medical mempertemukan para dokter untuk membahas perkembangan pengetahuan dan penerapannya dalam praktik dermatologi.
"Bagi OBAGI Medical, edukasi berbasis sains merupakan bagian penting dalam mendukung pemahaman yang lebih baik mengenai skin health dan membantu para dokter memberikan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan setiap pasien,” ujar Mirrah Almirah, Head of Business Unit idsMED Aesthetics Indonesia.
Sebagai informasi, selama lebih dari 35 tahun, OBAGI Medical telah menghadirkan medical-grade skincare yang berlandaskan sains dan penelitian klinis untuk berbagai kebutuhan kulit.
Di Indonesia, OBAGI Medical hadir bersama idsMED Aesthetics Indonesia dengan komitmen untuk terus berkolaborasi dengan komunitas medis melalui edukasi ilmiah, clinical support, dan inovasi medical-grade skincare berbasis evidence.