- Sebuah mobil di kabin terbakar akibat pemilik meninggalkan powerbank saat berbelanja di bawah terik matahari.
- Suhu ekstrem di dalam kendaraan memicu reaksi kimia berbahaya berupa thermal runaway pada baterai Lithium-ion powerbank.
- Dampak kerusakannya menyebabkan bodi powerbank menggelembung, mengeluarkan bau hangus, dan berisiko meledak serta memicu kebakaran.
Suara.com - Kebiasaan menyimpan pengisi daya portabel atau powerbank di dalam kabin kendaraan ternyata menyimpan potensi bahaya yang sangat fatal.
Baru-baru ini, sebuah kejadian memilukan memicu keprihatinan publik setelah sebuah mobil mendadak terbakar akibat pemiliknya menyimpan powerbank di dalam kabin saat ditinggal berbelanja.
Beruntung, kobaran api berhasil padam sebelum menghanguskan seluruh bodi kendaraan. Peristiwa tersebut menjadi bukti nyata bahwa suhu tinggi di dalam kendaraan yang terjemur matahari—yang suhunya mampu melonjak hingga lebih dari 70 derajat Celsius—dapat menjadi pemicu utama kerusakan baterai hingga memicu ledakan.
Sebagian besar perangkat pengisi daya portabel modern mengandalkan baterai berteknologi Lithium-ion atau Lithium-polymer.
Komponen baterai ini memiliki batas suhu operasional yang terbatas dan sangat peka terhadap paparan panas yang berlebihan.
Saat terpapar suhu ekstrem, reaksi zat kimia di dalam sel baterai menjadi tidak stabil sehingga memicu fenomena berbahaya yang dikenal dengan istilah thermal runaway.
Istilah teknis thermal runaway ini menggambarkan kondisi lonjakan suhu tinggi dan pembentukan gas berantai di dalam sel baterai yang terjadi secara mendadak dan tak terkendali.
Terkait bahaya dari mekanisme tersebut, menurut bengkel spesialis Sejuk AC gambaran dampak kerusakan secara langsung adalah sebagai berikut:
"Tekanan gas di dalam selubung baterai akan meningkat drastis, membuat power bank menggelembung. Jika tekanan sudah tidak terbendung, selubung akan pecah dan meledak, seringkali disertai dengan semburan api".
Bodi Menggelembung Akibat Reaksi Kimia
Gejala fisik awal yang paling mudah terlihat ketika perangkat mendekati fase berbahaya adalah bodi yang membengkak atau kembung. Perubahan bentuk fisik ini dipicu oleh proses ilmiah yang dinamakan electrolyte decomposition.
Sederhananya, istilah ini menjelaskan kondisi penguraian cairan elektrolit kimia di dalam baterai yang menghasilkan gas. Gas kimia ini terus terkumpul dan terperangkap di dalam selubung baterai yang rapat.
Kebiasaan membiarkan perangkat diisi daya terlalu lama atau menaruhnya di tempat berudara panas akan membuat penumpukan gas makin cepat terjadi.
Ketika bodi baterai sudah melepuh dan membengkak, tekanan internalnya sudah sangat tinggi sehingga rawan meledak jika terbentur atau terpapar panas kembali.
Suhu Panas Ekstrem dan Bau Terbakar
Meskipun perangkat biasanya mengeluarkan sedikit rasa hangat saat bekerja, munculnya suhu panas yang terlampau tinggi atau melewati batas wajar merupakan sinyal peringatan bahaya.
Peningkatan suhu yang drastis ini mengindikasikan adanya gangguan arus listrik atau kerusakan sel di dalam sirkuit perangkat.
Kondisi ini makin mengkhawatirkan apabila disertai timbulnya bau hangus yang menyerupai aroma kabel atau plastik terbakar saat perangkat digunakan.
Mengenai ancaman kerusakan sirkuit tersebut, produsen aksesoris gadget ternama, JETE Indonesia, memberikan instruksi keselamatan tegas: "Dalam kondisi seperti ini, jangan gunakan powerbank untuk menghindari korlseting dan dapat menyebabkan kebakaran".
Memaksa penggunaan perangkat dalam keadaan tercium bau gosong berisiko tinggi menimbulkan percikan api dari korsleting listrik internal.
Perubahan Performa Pengisian Daya
Selain tanda fisik dan bau, ciri powerbank yang sudah rusak parah juga bisa dikenali dari penurunan fungsi pengisian dayanya.
Tanda umum yang sering dijumpai adalah lampu indikator LED yang mati total walau perangkat telah diisi ulang selama berjam-jam menggunakan stop kontak dan kabel yang bagus.
Ciri lainnya meliputi daya baterai yang sangat cepat habis atau drop secara drastis saat baru sebentar dipakai untuk mengisi ulang ponsel.
Di samping itu, durasi pengisian daya baterai yang memakan waktu terlampau lama tanpa ada persentase daya yang bertambah juga menjadi sinyal awal kerusakan sistem sirkuit internal.
Apabila Anda mendapati salah satu dari gejala kerusakan di atas, segera hentikan penggunaannya dan hindari pengisian ulang daya.
Selalu biasakan membawa perangkat pengisi daya di dalam tas pribadi dan hindari meninggalkannya di dalam kabin kendaraan yang terparkir di bawah terik matahari demi mencegah risiko musibah kebakaran.