Suara.com - Artotel Yogyakarta menghadirkan tema 'Panic Room' untuk merayakan Halloween.
Tema 'Panic Room' di Artotel Yogyakarta ini siap 'menghantui' pada tanggal 25 sampai 31 Oktober 2019.
'Panic Room' akan memberikan pengalaman menginap dengan nuansa Haloween di semua properti ARTOTEL Group yang berada di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Batu, Surabaya, hingga Bali.
Bagi para tamu yang memesan kamar melalui website artotelgroup.com dan mengambil promosi Panic Room, akan mendapatkan diskon harga 25 % untuk periode menginap dari tanggal 25 sampai 31 Oktober 2019 dan mendapatkan 'kejutan' dari Artotel.
Selain itu, para tamu yang mengambil promosi panic room juga akan mendapatkan keistimewaan selama menginap berupa diskon 15% untuk menikmati makanan dan minuman di restoran dan bar.
Di Artotel Yogyakarta, para tamu akan dikejutkan dengan dekorasi seperti jaring laba-laba, balon berwajah labu, lampu labu, serta hiding skeleton.
Tidak hanya itu, Artotel Yogyakarta juga menyediakan menu – menu makanan dan minuman di dalam kamar seperti Sphagetti with Bloody Finger yang dibuat menyerupai spaghetti carbonara dan sosis berlumur saus buah bit dan juga mini Creepy Burger yang dibuat menyerupai Cheese Burger berwajah mini monster.
Untuk perayaan Halloween sendiri, Artotel Yogyakarta akan mengadakan pesta kostum pada tanggal 01 November 2019 di Slide Bar, mulai pukul 21:00 hingga 02:00 dan menampilkan penampilan dari beberapa DJ Hip-Hop community.
Yulia Maria, Assistant Director of Marketing Communications ARTOTEL Group menambahkan, "Sebagai brand hotel yang selalu mengusung konsep kreatif dan inovasi, ARTOTEL Group akan selalu memberikan pengalaman menginap yang berbeda, tentunya dengan relevansi kekinian."
Baca Juga: Eks Putri Indonesia Diduga Terlibat Prostitusi, Digerebek Indehoi di Hotel
"Terinspirasi dari momentum Halloween yang biasa diselenggarakan pada akhir bulan Oktober, kami akan sedikit memberikan kejutan kepada para tamu dengan tema 'Panic Room' di semua properti," imbuhnya.
"Kami berharap para tamu akan terhibur dengan konsep yang kami tawarkan," pungkas Yulia Maria.
Berita Terkait
-
Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin
-
Pollux Gandeng Marriott, Bidik Perluasan Pasar Perhotelan di Indonesia
-
Hotel Murah Dekat Pelabuhan Ketapang, Pilihan Nyaman untuk Transit
-
Hotel Baru Hadir di Bali Selatan, Tawarkan Konsep Menginap Modern dan Berorientasi Wellness
-
Sambut Hari Jadi ke-64, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta Hadirkan Adi Karta
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung
-
Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang
-
Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen
-
Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?
-
Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan
-
Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian
-
Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo
-
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
Masih Layakkah Thom Haye Dijuluki The Profesor? Bung Towel Kasih Pernyataan Kontroversial
-
HUT RI, Mahasiswa UGM Turunkan Bendera Setengah Tiang: 81 Tahun Merdeka atau Menderita?