Suara.com - Banyak Bandara di AS Kini Sediakan Ruangan Berdoa dan Beribadah.
Meskipun minoritas, kebutuhan umat Islam untuk salat ternyata sudah banyak diakomodir di beberapa bandara Negeri Paman Sam.
Sudah semakin banyak bandara besar di Amerika yang menyediakan ruang khusus untuk berdoa, bermeditasi, atau bahkan melaksanakan ibadah agama bagi para pengunjungnya. Berdasarkan data terakhir yang dikeluarkan lembaga riset Pew, pada tahun 2015, dari sekitar 30 bandara besar di Amerika, 18 di antaranya, atau 60 persennya memiliki chapel atau ruang berdoa.
Kebanyakan tempat ini berupa satu ruang yang dapat dimanfaatkan oleh umat dari berbagai agama, biasa disebut sebagai interfaith chapel. Kapel pertama yang tersedia di bandara AS adalah kapel Our Lady of the Airways, yang dibuka pada tahun 1951 di Bandara Internasional Logan, Boston. Tempat ini pada mulanya ditujukan bagi mereka yang bekerja di lingkungan bandara.
Empat tahun kemudian, kapel berikutnya, Our Lady of the Skies, dibuka di bandara yang kemudian menjadi Bandara Internasional John F. Kennedy di kota New York. Sejak itu, semakin banyak pula bandara di berbagai penjuru AS yang menambahkan ruang hening semacam itu bagi karyawan maupun pengunjungnya.
Pesawat Delta Air Lines terlihat di landasan pacu di Bandara Nasional Ronald Reagan Washington, Washington, Senin, 8 Agustus 2016.
Namun kenyataannya cukup banyak pengunjung bandara yang tidak mengira adanya ruang semacam itu. Ada pula yang karena membutuhkannya, namun harus bertanya dulu ke petugas bandara. Seperti yang terjadi pada Sri Lestari Tulastono, yang kerap bepergian untuk urusan pekerjaan maupun berlibur. Warga Maryland yang terbiasa tepat waktu sholat itu menyampaikan pengalamannya beribadah di sebuah kapel bandara di Charlotte, North Carolina.
"Saya bertanya ke petugas keamanan, apakah ada tempat untuk beribadah di sana. Kebetulan di sana ada chapel. Saya pikir pasti bisa dipakai untuk semua agama. Memang di sana welcome. Sepi, tempatnya seperti ruang meeting biasa. Ada meja, kursi, seperti di rumah, ada juga tempat kosong untuk menaruh mukena, sajadah. Untuk wudu, di toilet dekat situ. Karena sepi, bukan di ruang umum, jadi enak, bisa fokus sholat," ujar Sri seperti mengutip VOAIndonesia.
Meskipun disebut kapel, tempat yang biasa digunakan untuk beribadah oleh non-muslim, Sri melihatnya hal tersebut bukan merupakan masalah bagi mereka yang beragama lain untuk turut memanfaatkannya. Ruangan tersebut ditata seperti halnya ruang tamu di rumah yang dilengkapi meja dan kursi. Lalu apa saja fasilitas yang tersedia di ruang yang kira-kira cukup bagi lima orang untuk sholat berjamaah itu? Sri mengatakan, ada Kitab Suci Injil, juga gambar-gambar orang berdoa.
Baca Juga: Gemas, Pemilik Pergi Liburan, Kucing Ini Masuk Koper dan Ikut ke Bandara
Di bandara di ibu kota, tepatnya di Bandara Internasional Dulles, interfaith chapel terletak di bagian dalam terminal keberangkatan. Tempat sholat umat Islam yang beralaskan karpet dan menempati sisi kiri ruangan itu dilengkapi dengan sajadah, tasbih, kitab suci Al-Quran serta buku-buku doa. Chapel ini buka 24 jam per hari.
Seorang rohaniwan senior di bandara tersebut pernah mengemukakan, perlengkapan seperti itu merupakan sumbangan dari komunitas muslim, masjid, maskapai penerbangan Saudi, serta Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR).
Bagi umat agama lain, tersedia pula rosario, serta kitab-kitab suci atau bacaan keagamaan lainnya yang tersedia dalam berbagai bahasa, termasuk Inggris, Spanyol, Perancis, Urdu hingga Polandia
Di bandara Nasional Ronald Reagan, juga di Washington DC, tersedia pula tempat ibadah serupa. Lokasinya di area umum, sebelum penumpang memasuki gerbang-gerbang keberangkatan mereka. Selain calon penumpang, cukup banyak juga karyawan di kawasan bandara yang memanfaatkan tempat tersebut.
Banyak bandara di AS yang memiliki setidaknya satu interfaith chapel. Namun berbeda dengan Bandara Internasional John F Kennedy. Bandara di di Kota New York ini menyediakan empat ruang ibadah yang masing-masing dikhususkan untuk umat Katolik, umat Protestan, umat Yahudi dan muslim.
Bukan hanya menyediakan ruang, sejumlah bandara juga melengkapinya dengan rohaniwan, baik pendeta maupun imam. Bandara Dulles, misalnya, menyelenggarakan kebaktian pada hari Minggu maupun misa, serta sholat Jumat. Setiap tengah hari juga berlangsung ibadah bagi umat Yahudi di sana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Gaji Pokok Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang Terjaring OTT KPK
-
5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
-
7 Sabun Cuci Muka Wardah yang Bagus untuk Kulit Kusam, Wajah Jadi Cerah dan Segar
-
Daftar Harga Cushion Glad2Glow Terbaru April 2026, Rahasia Makeup Glowing
-
Bedak Apa yang Bisa Mencerahkan Wajah Kusam? Ini 7 Rekomendasinya yang Cocok
-
5 Urutan Skincare Pagi Hari Pakai Day Cream untuk Cegah Penuaan Dini
-
Intip Kekayaan Fantastis Irfan Yusuf, Menteri yang Gagas Haji Pakai Sistem War Tiket
-
5 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Cegah Penuaan Dini, Wajah Bersih dan Cerah
-
5 Mesin Cuci Otomatis Top Loading Terbaik, Cucian Bersih Tanpa Ribet Mulai Rp2 Jutaan
-
Cara Cek Bansos 2026: PKH, BPNT, PIP, dan PBI JKN