- Brand Halocoko meraih Rekor MURI atas program pembagian es krim terbanyak sepanjang tahun 2025.
- Penghargaan diserahkan di SMPN 256 Jakarta pada 12 Februari 2026 setelah distribusi melebihi 1,1 juta es krim.
- Pencapaian ini mengukuhkan komitmen sosial perusahaan serta rencana perluasan dampak program di masa mendatang.
Suara.com - Brand es krim Halocoko sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Penghargaan tersebut diberikan atas capaian Program Pembagian Es Krim Secara Seri Terbanyak dalam Satu Tahun di Indonesia, sebuah inisiatif sosial yang berhasil menjangkau anak-anak di berbagai daerah.
Berdasarkan informasi yang diterima, Halocoko dinyatakan resmi memperoleh rekor MURI setelah mendistribusikan lebih dari 1,1 juta es krim kepada anak-anak sepanjang tahun 2025.
Jumlah tersebut bukan hanya mencerminkan kapasitas produksi dan distribusi perusahaan, tetapi juga komitmen sosial yang konsisten dijalankan melalui tiga program nasional yang terstruktur.
Penyerahan piagam penghargaan berlangsung di SMPN 256 Jakarta pada Kamis, 12 Februari 2026. Momen tersebut bertepatan dengan kegiatan bertajuk “Berbagi Kebahagiaan di Setiap Sudut Negeri,” yang menjadi salah satu bagian dari rangkaian program sosial Halocoko.
Suasana acara berlangsung hangat dan penuh antusiasme dari para siswa yang turut merasakan manfaat langsung dari kegiatan tersebut.
Senior Brand Manager Halocoko, Viona, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini.
Menurutnya, rekor MURI yang diraih menjadi validasi atas strategi perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada kontribusi sosial yang terukur dan berkelanjutan.
“Rekor MURI ini menjadi validasi atas pendekatan kami yang mengintegrasikan ekspansi brand dengan kontribusi sosial yang terukur,” ujar Viona.
Baca Juga: Mengapa Minuman Teh dan Es Krim Lokal Kini Jadi Gaya Hidup Baru Gen Z di Indonesia?
Ia menambahkan bahwa distribusi lebih dari 1,1 juta es krim sepanjang 2025 tidak hanya menunjukkan besarnya skala operasional perusahaan, melainkan juga konsistensi eksekusi program di lapangan.
Melalui tiga program nasional yang dijalankan, Halocoko berupaya menjangkau anak-anak dari berbagai latar belakang, termasuk di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap kegiatan hiburan maupun produk makanan tertentu.
Inisiatif ini dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan promosi, melainkan sebagai gerakan berbagi kebahagiaan yang nyata.
Ke depan, Halocoko berkomitmen untuk memperluas jangkauan program ke lebih banyak kota di Indonesia. Perusahaan juga berencana memperkuat tata kelola program agar semakin terintegrasi, memiliki indikator keberhasilan yang jelas, serta mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Ke depan, kami akan memperkuat tata kelola program agar lebih terintegrasi, terukur, dan berkelanjutan,” tutur Viona.
Ia menegaskan bahwa pencapaian rekor ini bukanlah titik akhir, melainkan langkah awal untuk menghadirkan dampak sosial yang lebih luas.
Berita Terkait
-
Ada Hormon Serotonin di Balik Kebahagiaan yang Muncul Saat Makan Es Krim Cokelat
-
Belasan Telur dan Lauk Sering Dibawa Pulang Pekerja MBG, Curhat Istri Picu Amarah Warganet
-
Awal Mula 'Perang' Knetz dan Netizen Indonesia yang Trending di X, Nama Baskara Mahendra Terseret
-
Viral Perempuan Ini Kebingungan Cara Batalkan Tumbal Pesugihan, Terungkap Realita Mengerikan
-
Viral Pemain Timnas Indonesia Diduga Banting dan Cekik Pacar, Clue Away ke Jogja 6 Februari
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik