Suara.com - Wisata ke Banten, rasanya kurang lengkap jika belum mencicipi kuliner khas setempat. Salah satu yang kerap dijadikan oleh-oleh wisatawan yakni sate bandeng.
Ikan bandeng dijadikan bahan baku karena banyaknya tambak milik penduduk di kawasan utara Serang. Cara mengolah kuliner ini terbilang unik, pertama-tama, duri ikan bandeng ini dihilangkan terlebih dahulu.
Setelah itu, ikan bandeng tersebut dagingnya diberi bumbu kemudian dimasukkan kembali ke kulitnya dan ditusuk atau dijepit menggunakan bambu lalu dibakar.
Konon kabarnya, sate bandeng ini sudah ada sejak abad ke-16 lho travelers. Termasuk kuliner legendaris, kuliner sate bandeng ini dahulu dibuat oleh juru masak Kesultanan Banten.
Sate bandeng ini juga menjadi salah satu kuliner yang cukup digemari baik oleh keluarga Kesultanan Banten dan tamu kerajaan.
Kini telah banyak sate bandeng yang dikemas rapi untuk dijadikan sebagai oleh-oleh wisatawan. Umumnya, sate bandeng ini hanya dapat bertahan selama satu hari.
Namun jika disimpan dalam lemari pendingin, sate bandeng bisa bertahan sampai dengan tiga hari.
Bumbu yang digunakan untuk membuat sate bandeng ini biasanya adalah garam, bawang merah, santan dan gula merah. Jika ingin lebih asin dan pedas dapat ditambahkan cabai serta penyedap rasa sesuai selera.
Bukan hanya sate, warung makan di Banten juga biasanya mengolah ikan bandeng menjadi sajian lainnya seperti pecak bandeng.
Baca Juga: Kabar Pak Pong Meninggal, Ternyata Bukanlah Pemilik Sate Klathak Legendaris
Bedanya, pecak bandeng ini cenderung memilki cita rasa pedas namun tetap terasa menyegarkan ketika disantap.
Sate bandeng ini biasanya dijual dengan harga berkisar mulai dari Rp 37 ribuan. Wah, kedengarannya sangat menarik untuk dicicipi bukan?
Jadi, jika Anda memiliki kesempatan menikmati liburan di Banten, jangan lupa untuk mencicipi sate bandeng ini, atau membawanya sebagai oleh-oleh saat pulang ke rumah ya!
Berita Terkait
-
Kemarau Bongkar Jejak Permukiman yang Tenggelam di Bendungan Karian
-
Operasi Besar-besaran! Banten Tutup 32 Tambang Ilegal
-
Biang Kerok Sinyal Lumpuh! Maling BTS Bikin Operator Rugi Rp60 M, Barang Dikirim ke Thailand
-
Krisis Air Bersih! Warga Cilegon Jalan Kaki Demi Setetes Air
-
Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan