Foto / News
Kamis, 16 Juli 2026 | 09:00 WIB
Warga mencuci pakaian di sumber mata air Sumur Bendung, Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten, Rabu (15/7/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/kye]
Sejumlah warga menunggu galon terisi air dari sisa debit sumber mata air Sumur Bendung di Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten, Rabu (15/7/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/kye]
Warga mencuci pakaian di sumber mata air Sumur Bendung, Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten, Rabu (15/7/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/kye]
Warga mencuci pakaian di sumber mata air Sumur Bendung, Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten, Rabu (15/7/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/kye]

Suara.com - Warga mencuci pakaian di sumber mata air Sumur Bendung, Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten, Rabu (15/7/2026). Warga di kawasan perbukitan tersebut mengalami kesulitan memperoleh air bersih sejak sebulan terakhir akibat kekeringan pada musim kemarau.

Warga terpaksa berjalan kaki menempuh jalur perbukitan sambil membawa jeriken untuk mengambil air dari Sumur Bendung yang masih mengalir. Sumber mata air tersebut menjadi tumpuan kebutuhan harian warga di tengah mengeringnya sumur dan terbatasnya pasokan air bersih.

Sejumlah wilayah di Kota Cilegon mulai terdampak kekeringan akibat minimnya curah hujan selama musim kemarau. Pemerintah daerah bersama BPBD menyalurkan bantuan air bersih ke kawasan yang mengalami krisis air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai dampak musim kemarau, termasuk kekeringan meteorologis yang berpotensi mengurangi ketersediaan air baku. Warga juga diminta menghemat penggunaan air dan memanfaatkan sumber air yang tersedia secara bijak. [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/kye]

Load More