Jika hal tersebut masih belum membantu mengatasi kebiasaan impulsif saat belanja, pikirkan juga bagaimana jika Anda kehilangan sejumlah uang seharga dengan barang yang hendak Anda beli.
Bayangkan jika Anda tidak bisa menabung hanya karena membeli barang itu.
2. Buat budget setiap bulannya
Kebiasaan impulsif saat berbelanja sering kali tidak disadari.
Hal yang kemudian terjadi adalah uang yang Anda miliki bisa lebih cepat habis karena kebiasaan ini menuntun Anda menghabiskan uang lebih banyak dari yang seharusnya.
Untuk menghindarinya, cobalah selalu membuat budget untuk setiap kebutuhan Anda. Misalnya, pisahkan uang untuk kebutuhan makan, transportasi, atau kebutuhan tersier seperti menonton film di bioskop dan belanja.
Saat menentukan besaran uang untuk masing-masing kebutuhan, pikirkan prioritas agar Anda lebih bijak menentukan seberapa besar uang yang harus Anda keluarkan.
Jadi, semisal uang untuk kebutuhan belanja sudah Anda habiskan, jangan pernah menambahnya atau menggunakan budget untuk keperluan yang lain. Tunggu hingga pergantian bulan untuk mengisinya lagi.
3. Hindari menggunakan kartu
Baca Juga: Cara Paling Mudah Belanja Hemat Saat Harbolnas 12.12, Yuk Coba!
Kartu debit maupun kredit memang memudahkan Anda dalam berbelanja. Sayangnya, kebiasaan ini meningkatkan potensi Anda untuk belanja secara impulsif.
Pasalnya, Anda tidak bisa benar-benar melihat bentuk fisik dari uang yang Anda keluarkan untuk berbelanja suatu barang.
Jika Anda mengambil uang terlebih dahulu di mesin ATM sebelum belanja, Anda akan melihat sisa saldo, dan bentuk fisik uang yang Anda akan gunakan berbelanja.
Hal ini mungkin membantu Anda untuk berpikir kembali apakah Anda rela menghabiskan uang tersebut atau tidak.
4. Buatlah daftar kebutuhan
Cobalah untuk membuat daftar kebutuhan saat berbelanja. Khususnya, saat Anda sedang belanja bulanan di supermarket.
Pasalnya, saat Anda berbelanja di supermarket yang luas dan serba ada, Anda mungkin menjadi “lupa diri”. Ada saja alasan yang tiba-tiba muncul di kepala misal, “Sepertinya saya butuh barang ini,” dan semacamnya.
Padahal, Anda belum tentu benar-benar membutuhkannya.
Maka dari itu, buatlah daftar barang kebutuhan yang hendak Anda beli sebelum Anda pergi ke supermarket.
Setelah itu, pastikan Anda menaati daftar tersebut dan tidak membeli barang yang tidak tercantum di dalamnya. Dengan menerapkan hal ini, kebiasaan impulsif saat belanja bisa lebih mudah dihindari.
5. Jangan berbelanja saat sedang emosional
Saat hati sedang gundah gulana, berbelanja sering kali jadi kegiatan yang menghibur. Siapa sih yang tidak suka memiliki barang baru?
Jadi, tidak heran jika banyak orang yang memilih untuk mengatasi hati yang sedang gelisah dengan berbelanja.
Padahal, kebiasaan belanja saat suasana harti sedang tak karuan membuat Anda lebih mudah untuk membeli barang secara impulsif.
Contohnya, jika Anda baru putus dengan pasangan Anda. Lalu, Anda memutuskan untuk berbelanja, ada kemungkinan bahwa Anda akan berbelanja dalam jumlah banyak tanpa berpikir panjang.
Hal ini terjadi karena Anda merasa belanja adalah bagian dari melepaskan segala emosi yang Anda sedang hadapi.
Seolah dengan berbelanja, masalah Anda akan selesai. Padahal, bisa saja kebiasaan belanja impulsif justru menimbulkan masalah baru lainnya.
Hal ini juga termasuk untuk makanan, hindari berbelanja di supermarket saat sedang lapar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123