Suara.com - Dorong Industri Halal, Program Magister Bisnis Halal Hadir di Indonesia
Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) akan membuka magister industri halal di Indonesia. Hal tersebut tidak terlepas dari potensi besar keuntungan dari pasar bisnis produk halal.
Chairman IHLC Sapta Nirwandar menjelaskan maksud dari pengadaan kelas magister bisnis industri halal tersebut tak lain ialah untuk mendorong lahirnya pebisnis produk halal di Indonesia. Rencananya kelas magister tersebut akan dibuka antara Maret dan April 2020 di IPB.
"Sekarang banyak perusahaan yang tidak punya basic bisnis halal. Padahal ini bisnis besar. Kita agar tidak kalah dengan Malaysia," kata Sapta usai menemui Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020).
Karena itu, Sapta menilai bisnis makanan halal di Indonesia berpotensi akan meraup keuntungan apabila diterapkan di Indonesia.
Target pasarnya pun bukan hanya untuk penduduk muslim akan tetapi non muslim juga dapat menikmatinya karena proses pengolahan makanannya yang terjamin mulai dari kebersihan hingga kehalalannya.
Ia berkaca dari Thailand yang saat ini menjadi kitchen of halal food of the world atau produsen makanan halal di dunia. Menurutnya seharusnya Indonesia juga bisa bukan hanya menjadi konsumsen tetapi juga menjadi produsen.
Inisiatif dari IHLC tersebut tentu didorong penuh oleh Wapres Ma'ruf Amin. Apalagi saat ini Ma'ruf mendorong terbitnya keputusan presiden tentang Komite Nasional Ekonomi Syariah yang menaungi semua pelaku industri termasuk industri halal.
"Kita harus memenuhi kebutuhan makanan kita untuk Indonesia dan mengapa juga tidak ekspor, masa kita kalah dengan Thailand," pungkasnya.
Baca Juga: Negara Ini Akan Jadi Destinasi Wisata Halal Baru 2020
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana