Suara.com - Viral Buket Isi Masker untuk Hadiah Valentine, Takut Kena Corona Covid-19?
Perayaan Hari Valentine biasanya diisi dengan pemberian hadiah berupa cokelat, makan malam romantis, atau buket bunga. Khusus yang terakhir, perkembangan wabah virus Corona Covid-19 rupanya memiliki dampak besar.
Karena virus masih mewabah dan masker sangat langka ditemui, maka sebuah ide inovasi unik dicetuskan masyarakat Hong Kong, yakni dengan membuat buket bunga valentine tapi bukan berisi bunga sungguhan melainkan masker.
Di media sosial, foto-foto buket bunga yang berisi masker, tisu basah, tisu toilet, hingga cairan pembersih dan antiseptik mewarnai perayaan Hari Valentine. Mengutip laman Channel News Asia, buket ini seolah mengatakan kepada pasangan, 'aku mencintaimu' dengan menjaga kesehatan pasangan dan melindungi dari penyakit.
Komoditas tertinggi tahun ini yang sangat dicari adalah masker, mengingat persediaannya terbatas dan membuat antrian mengular panjang di luar apotek menanti pengiriman baru.
Bahkan, sepertiga pengguna layanan perjodohan lokal, Hongkong Romance Dating, menyebutkan masker bedah dan pembersih tangan atau hand sanitizer adalah hadiah valentine yang sangat dinantikan.
Seorang pemilik toko bunga di distrik Mong Kok mengatakan biasanya seminggu menjelang hari valentine, pesanan bunga akan sangat membludak. Namun tahun ini sangatlah berbeda. Akibat khawatir terserang virus Corona Covid-19 penurunan penjualan mencapai 40 persen.
"Pasokan bunga juga turun, karena banyak pemasok asli kami daei daratan China, dan ditutup karena Coronavirus," tuturnya.
Akibatnya pedagang harus mengimpor bunga dari Belanda dan Taiwan sebagai gantinya. Penjual lain, Joyce, harus mengurangi pasokan bunga karena menurunnya daya beli.
Baca Juga: Internet is The New Cupid: 5 Ide Untuk Habiskan Waktu di Hari Valentine
"Bunga segar hanya bisa disimpan selama lima hingga tujuh hari. Kami tidak ingin membeli terlalu banyak berjaga-jaga kita tidak bisa menjualnya," ungkap Joyce.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono