Suara.com - Rambut rontok secara perlahan-lahan dapat menyebabkan kebotakan. Padahal rambut adalah mahkota kepala baik bagi laki-laki maupun perempuan. Berbagai metode memperbaiki kondisi tersebut pun coba dilakukan.
Mulai dari menggunakan shampo khusus antirontok sampai menggunakan tonik rambut dan metode estetika lainnya.
Menurut dr. Frans Hery Widjaja, 70 sampai 80 persen kasus kebotakan sebenarnya bersifat reversible atau bisa tumbuh kembali. "Hanya sebagian kecil yang ireversibble atau alopesia sikatrik (permanen)" kata dokter dari Klinik Wijaya Platinum Lebak Bulus.
Kebotakan permanen ini biasanya dikenal dengan nama Alopecia areata, jenis kerontokan rambut yang disebabkan oleh serangan sistem imunitas tubuh sendiri atau kondisi autoimun. Kondisi ini umumnya terjadi pada kulit kepala dan bagian tubuh lain yang ditumbuhi rambut seperti alis, kumis, dan bulu mata.
Sementara itu, penyebab kerontokan yang menyebabkan kebotakan juga sangat beragam. Salah satunya adalah faktor keturunan atau genetik serta faktor gaya hidup seperti merokok, penggunaan bahan kimia tertentu, hingga paparan sinar matahari berlebih.
Salah satu metode memperbaiki masalah tersebut adalah dengan Smartskin Hair Growth, treatment yang berfokus pada kesehatan rambut baik pada laki-laki maupun perempuan. Metode ini diklaim lebih aman dan lebih efektif 80 persen daripada tindakan penanganan rambut rontok lainnya.
"Ini dibuat dengan racikan coctail bahan khusus yang sudah teruji berdasarkan evidance based yang mumpuni. Dimasukkan dalam alat khusus microneedling (jarum super kecil) sehingga tidak nyeri," kata dr. Frans kepada Suara.com beberapa waktu lalu.
Pasien yang menggunakan metode ini biasanya akan mendapat beberapa kali injeksi di bagian kulit kepala yang mengalami kebotakan dan memerlukan waktu sekitar 60 sampai 90 menit sekali tindakan.
"Lama waktu sudah termasuk anastesi, treatment ini akan memberikan nutrisi langsung pada folikel rambut, merangsang peredaran darah dan yang utama merangsang supaya folikel rambut bisa tumbuh sehat kembali," tambahnya.
Baca Juga: Jika Sudah Ditemukan, BPOM Akan Percepat Izin Edar Vaksin Corona Covid-19
Lebih lanjut ia mengatakan, tidak ada pantangan berat saat menjalani treatment estetika kepala tersebut. Hanya saja, pasien diminta untuk menghindari zat kimia seperti pomade atau pewarna rambut selama masa perawatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi