Suara.com - Tenaga medis menjadi garda terdepan dalam penanganan wabah virus corona. Setiap hari bertemu dan bersentuhan langsung dengan pasien Covid-19, para tenaga medis memerlukan alat pelindung diri (APD).
Namun lonjakan pasien yang mendadak, membuat sejumlah rumah sakit kekurangan APD. Hal itu memaksa para dokter dan perawat membuat APD sendiri dengan seadanya.
Bukan hanya bidang kesehatan, wabah virus corona memberi dampak luas pada kehidupan masyarakat. Seperti, pedagang kaki lima yang kehilangan pembeli lantaran imbauan untuk tidak keluar rumah demi pemutus penyebaran virus corona.
Bahkan tempat ibadah yang sejatinya menjadi tempat suci, juga ragu dikunjungi karena khawatir orang-orang yang datang dari berbagai wilayah justru membawa virus.
Namun begitu, selalu ada hikmah dibalik segala bencana. Fenomena pandemi corona setidaknya telah menggerakan nurani manusia untuk saling berbagi rezeki.
Sejumlah donasi pun digalang untuk mengajak masyarakat lebih luas dan turut andil dalam penanganan wabah Covid-19 di Indonesia. Berikut sejumlah donasi terkait Covid-19. Apa saja? Simak di halaman berikutnya:
Donasi Alat Pelindung Diri (APD)
1. RSPI Sulianti Saroso menjadi rumah sakit utama perawatan pasien Covid-19. Bahkan sejak 16 Maret 2020, RS tersebut hanya merawat pasien yang terdampak virus corona.
Sejak beberapa waktu lalu, RSPI Saroso membuka donasi untuk memenuhi ketersediaan APD bagi para tenaga kesehatan di sana.
Baca Juga: Lansia Wajib Mengisolasi dari Corona Covid-19, Begini Cara Membantunya!
Donasi bisa disalurkan melalui rekening Mandiri 1200011529794 atas nama RPL 182 RSPI Sulianti Saroso. Atau hubungi pihak RSPI: F.N Dian K,SE (085717230733); Elfinareza Noersal, SE, MSi (082114666622).
2. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat mengonfirmasi bahwa ada salah satu RS di Cirebon di mana tenaga medisnya mengenakan jas hujan plastik sebagai pengganti APD. Hal itu terpaksa dilakukan karena RS kekurangan APD.
Konsultan CSR Filantra menggalang dana untuk penyediaan APD yang akan disalurkan ke-20 rumah sakit umum maupun RSUD diberbagai daerah. Target dana yang ingin dikumpulkan mencapai Rp2 miliar. Jika ingin turut berdonasi, bisa melalui link https://kitabisa.com/campaign/bantuapdcorona
Donasi Ekonomi Masyarakat Kecil
3. Musisi sekaligus aktivis Melanie Soebono lakukan penggalangan donasi kepada masyarakat tidak mampu lewat gerakan #IndonesiaJayaLagi. Melalui akun Instagram pribadinya, cucu BJ Habibie itu mendokumentasikan kegiatan donasi yang ia dan teman-temannya lakukan sejak enam hari lalu.
Bantuan berupa masker, hand sanitizer, madu, vitamin, juga sabun diberikan kepada pedagang kaki lima yang masih berjualan juga masyarakat tidak mampu.
Jika mau turut serta, bisa cek informasi melalui akun Instagram @melaniesubono atau info donasi melalui nomor 08174122584.
4. Melalui gerakan #SalingJaga, masyarakat diajak berbagi rezeki dengan para pekerja harian yang rawan terdampak Corona karena imbaun larangan ke luar rumah.
Sasaran donasi diperuntukkan kepada masyarakat tidak mampu di kota besar juga buruh dan pekerja sektor informal. Penyaluran donasi dilakukan oleh jejaring komunitas lokal yang dikoordinir Gusdurian dan Gerakan Islam Cinta di beberapa kota.
Hasil donasi tersebut akan dibelikan kebutuhan pokok sehari-hari, masker, hand sanitizer, sarung tangan, dan alat perlindungan diri lainnya.
Info lengkap dan cara berdonasi, bisa kamu akses melalui link
https://kitabisa.com/campaign/bantuekonomiwarga
5. Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) juga bergerak bagikan masker, hand sanitizer, dan sejumlah makanan kepada masyarakat prasejahtera.
Info terkait donasi bisa lengkap kamu dapatkan melalui akun resmi ACT @actforhumanity atau link bit.ly/atasicorona
Donasi Sterilisasi Tempat Publik
6. Tempat ibadah menjadi salah satu sarana publik yang banyak didatangi orang. Tentu upaya sterilisasi tempat-tempat ibadah menjadi hal yang cukup penting.
Rumah Zakat pun berinisiasi untuk membersihkan serta mensterilisasi sejumlah Masjid di 10 Kota. Di antaranya Jakarta, Bandung, Semarang, Pontianak, Mataram, Samarinda, Indramayu, Kediri, Ternate dan Jayapura dan juga Gereja di Medan.
Bukan hanya itu, pergerakan aksi juga diperluas untuk membersihkan Gereja, halte, terminal dan tempat-tempat publik lainnya. Kamu bisa turut andil berbagi rezeki dan menjadi bagian 'pembersih' tempat publik tersebut dengan donasi melalui https://kitabisa.com/campaign/upayacegahcorona
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Rekam Jejak Roby Tremonti, Aktor yang Terseret Isu Child Grooming di Buku Aurelie Moeremans
-
Daftar Wilayah DIY yang Berpotensi Diguyur Hujan Petir hingga Pukul 15.00 WIB Hari Ini
-
5 Hair Tonic untuk Menumbuhkan Rambut, Ampuh Atasi Kerontokan dan Kebotakan
-
4 Sepatu Sneakers Wanita Mulai Rp100 Ribuan, Empuk dan Anti Lecet Dipakai Jalan
-
Kenapa Korban Grooming Seperti Aurelie Moeremans Cenderung Diam? Waspadai Ciri-cirinya!
-
5 Moisturizer Terbaik Harga Pelajar untuk Mencerahkan Wajah, Mulai Rp20 Ribuan
-
Alasan Aurelie Moeremans Terbitkan Buku Broken Strings secara Gratis
-
5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
-
Belajar dari Kisah Aurelie Moeremans, Apa Itu Child Grooming dan Bahayanya Pada Anak?
-
5 Sampo Jepang untuk Atasi Rambut Rontok dan Uban Usia 40 Tahun ke Atas