Suara.com - Aturan mencuci tangan begitu keras digaungkan demi mencegah penyebaran dan penularan virus corona Covid-19. Tapi, bagaimana dengan kuku? Karena ternyata, kuku panjang dapat berperan sebagai tuan rumah bagi kuman dan bakteri, termasuk virus corona yang terkait Covid-19.
Dokter kulit yang berbasis di New York, Jessica Krant, mengatakan bahwa cara terbaik dan teraman untuk menjaga kuku di tengah pandemi Covid-19 ini adalah memastikan kuku pendek dan bersih.
"Biasanya ini hanya benar-benar berlaku dalam pekerjaan perawatan kesehatan, tetapi hari ini, dengan Covid-19 di sekitar kita, kita semua idealnya menjaga kuku kita sebebas mungkin dari kuman," katanya.
Dan cara terbaik untuk melakukan itu adalah menjaga kuku tetap pendek. "Juga sangat penting untuk menghaluskan ujung kuku dengan kikir, sehingga tepi dan sudut yang kasar hilang," katanya.
"Kuman bisa hidup di bawah kuku yang panjang," kata Sarah Gibson Tuttle, pendiri dan CEO Olive & June, salon kuku di Los Angeles, seperti dikutip dari laman HuffPost. Jadi, selain mencuci dan mengeringkan tangan secara konsisten dan benar, penting untuk memastikan Anda membersihkan bagian bawah kuku dengan menggunakan sikat kuku.
Meski begitu, bukan berarti Anda harus memotong kuku sependek mungkin, hingga tak ada celah antara kuku dan kulit di bawah kuku.
"Jangan memotong semua bagian putih kuku," kata Krant. Hal itu malah berisiko membuat luka sehingga infeksi masuk. Yang terbaik adalah menyisakan sekitar 0,5 mm bagian putih kuku.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan
-
Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?