Suara.com - Ingat, Kosmetik Berbahaya Bisa Sebabkan Penuaan Dini!
Menjadi tua merupakan hal niscaya bagi semua mahluk yang hidup di muka bumi. Hanya saja, meski proses ini tidak bisa dihindari, namun penuaan sesungguhnya dapat ditunda.
Hal tersebut diucapkan oleh dokter estetika dan anti-aging, dr. Olivia Julita, M.Biomed.
"Menjadi tua adalah hal yang tak bisa kita hindari. Tapi, menua sebelum waktunya bisa saja terjadi pada kita karena kebiasaan buruk yang tak kita sadari," kata dokter sekaligus owner dari Limonia Beauty Center di Bandar Lampung.
Menurut Olivia, ada banyak kebiasaan sehari-hari yang membuat kita menua sebelum waktunya. Hal semacam ini seringkali berdampak berat pada fisik dan membuat kita tampak lebih tua dari usia yang sesungguhnya.
Penyebab penuaan dini, terutama pada kulit, ditentukan faktor dari luar dan dalam.
Faktor dari luar misalnya polusi udara, asap rokok, radiasi sinar ultraviolet, kosmetik berbahaya, dan obat-obatan tertentu. Sedangkan faktor dari dalam antara lain faktor genetik, hormonal, stress, pola makan yang tidak baik, dan pola tidur yang kurang
"Kulit merupakan area yang luas dan paling luar dari tubuh kita sehingga kulit menjadi indikator tanda penuaan yang paling mudah dilihat, misalnya kulit kering, keriput, flek (hiperpigmentasi), dan lainnya," tambah dokter lulusan S2 Pasca Sarjana Biomedik kekhususan Anti Aging Medicine di Universitas Udayana, Bali tersebut.
Karena itu juga, Olivia menyoroti bagaimana banyak orang yang terjebak dalam kemelut efek samping jangka panjang akibat menggunakan produk kulit atau kosmetik yang mengandung bahan berbahaya.
Baca Juga: Seekor Gajah Sumatera Ditemukan Sudah Menjadi Bangkai di Aceh Timur
"Produk dengan bahan berbahaya dapat mengakibatkan efek samping yang buruk pada pemakainya dan janin yang di kandung bila digunakan pada saat kehamilan," pesannya.
Untuk itu, melalui bidang keahliannya dalam dunia estetika, Olivia membagikan ilmu yang dimiliki untuk melindungi perempuan Indonesia dan generasi penerus bangsa agar terhindar dari efek samping penggunaan produk-produk berbahaya.
"Saya konsisten untuk terus mengedukasi pasien saya, baik perempuan ataupun laki-laki, remaja ataupun dewasa untuk selalu menggunakan produk yang aman. Apabila semua perempuan Indonesia sadar akan akibat buruk penggunaan bahan berbahaya tersebut dan menghentikannya, maka saya percaya tidak ada produsen dari produk kosmetik berbahaya lagi ke depannya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang
-
5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran
-
Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas
-
Pakai Sunscreen Dulu atau Day Cream Dulu? Ini Urutan Skincare yang Benar
-
Bacaan Niat Puasa Enam Hari di Bulan Syawal, Ini Waktu Terbaik dan Keutamaannya
-
Promo Nonton Bioskop Spesial Lebaran, Dapat Cashback hingga Beli 1 Gratis 1 Tiket
-
7 Tips Bersih-Bersih Rumah setelah Mudik, Dijamin Langsung Rapi dalam Sehari
-
Update Harga Sepatu Onitsuka Tiger Ori Terbaru 2026, Jangan sampai Tertipu Barang KW!
-
6 Tips Diet setelah Lebaran agar Berat Badan Turun Tanpa Tersiksa