Suara.com - Juru bicara penanganan corona Achamad Yurianto kembali memberikan data terbaru terkait jumlah kasus virus corona pada Sabtu (18/4/2020). Ada yang berbeda dari penampilan Yurianto karena ia memakai batik motif corona.
Baju batik yang dipakai oleh Yurianto kali ini berwarna biru cerah dengan motif menyerupai virus corona dengan berbagai ukuran warna. Di sela-sela motif virus corona itu, terdapat juga pita yang sewarna dengan bendera Indonesia, merah putih.
Jika biasanya Yurianto memberikan keterangan dengan masker batik, kali ini pria berkacamata ini tampil polos tanpa alat pelindung tersebut.
Sambil menghadap awak media, ia memberikan informasi terkini tentang penyebaran virus corona di tanah air. "Sampai dengan hari ini ada penambahan kasus 325 baru, jadi total ada 6.248," ujarnya.
"Kita yakini penyebaran ini masih terjadi. Karena itu, mari berpartisipasi lebih banyak dan serius lagi, dengan terus mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap berada di rumah, menjaga jarak, memakai masker terutama di daerah-daerah yang sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," lanjutnya.
Sebelumnya, Achmad Yurianto juga pernah menarik perhatian publik karena tampil dengan masker batik yang berbeda setiap hari. Hal ini sempat menjadi tren, dan masker batik banyak diburu oleh masyarakat.
Achmad Yurianto sendiri memiliki latar belakang sebagai dokter dari anggota militer.
Dilansir dari ANTARA, Achmad Yurianto lahir di Malang, Jawa Timur pada 11 Maret 1962 dan merupakan lulusan S1 Kedokteran Universitas Airlangga tahun 1990.
Baca Juga: Dwiretno Yuliarto Sosok Dibalik Masker Batik Jubir Covid-19 Achmad Yurianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X
-
Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri