Suara.com - Seorang gadis kecil rela hujan-hujanan demi menjual donat, tatakala banyak orang lain mengurung diri di rumah agar terhindar dari virus corona covid-19.
Kejadian ini terlihat pada video yang diunggah akun Instagram @arum_medsos pada Selasa 14 April 2020. Video tersebut langsung viral dan mencuri perhatian banyak warganet.
Dalam video itu terlihat seorang anak perempuan yang memakai jas hujan plastik. Dia naik sepeda warna merah muda untuk menjajakan kue donat.
Empat boks berisi donat ditumpuk di boncengan sepeda dan diikat dengan tali karet. Bocah ini membuka boks dan memasukkan donat ke plastik.
Narasi dalam video itu tertulis, "Saat hampir seluruh dunia sedang mengurung diri dari corona virus, masih ada yg tidak bisa menahan diri #dirumahsaja karena harus mencari rezeki".
"Seharusnya dia di rumah dan dilarang ibunya untuk bermain. Tapi karena hidup hanya dengan bibinya. Dan dia pun tak tau dimana orang tuanya sekarang".
"Anak gadis kecil ini rela hujan-hujanan. Mengayuh sepedanya yang usang. Menjual donat dagangannya yang hasilnya nanti untuk dia makan dengan bibinya".
"Dia tidak sekolah. Bukan karena libur gegara Covid-19. Tapi karena tidak punya uang untuk sekolah. Tetap semangat adek sayang. Semoga Tuhan melimpahkan rezeki yang banyak kepadamu. Semoga kau bisa sukses menjadi orang yang hebat".
Menurut keterangan akun @arum_medsos, gadis kecil ini bernama Tiara. Dia diketahui sering menjual donat di daerah Teluk Dalam, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Baca Juga: Anang Gantung Diri karena Di-PHK saat Wabah Virus Corona
Video ini diketahui direkam di sekitar Jl Mayjen Sutoyo S, Komplek Suryanata, seberang Pasar Sederhana Teluk Dalam.
Sejumlah warganet juga membenarkan informasi tentang gadis kecil ini. Mereka juga berharap ada bantuan dan donasi untuk bocah tersebut.
"Bikin donasi donk, pengin bantu adeknya," tulis @asepsnrya.
"Nama anak ini Tiara kak. Asalnya dari Banjarmasin," kata @rzkaftrian_.
"Mbak pak kalau ada tolong dibeli tuh kesian adeknya, saling bantu berbagi rezeki," tulis @m.amrullah_09.
Berita Terkait
-
Bosan di Rumah karena Wabah Corona, Dua Pengusaha Isap Sabu
-
Kuliah Daring Tapi Susah Sinyal saat Corona, Mahasiswa Bikin Rumah Pohon
-
Sempat Diperiksa Tim Medis Covid-19, Pria di Bali Meninggal di Teras Rumah
-
Tiara Hujan-hujanan Jual Donat di Tengah Corona, Alasannya Bikin Mewek
-
Dua Hari Jadi Wagub, Riza Patria Evaluasi PSBB DKI Selama Sepekan
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai
-
Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu
-
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur
-
Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan
-
Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan
-
Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria
-
Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS
-
Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T
-
Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum
-
Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun