Suara.com - Memergoki pasangan selingkuh tentu bukan hal mengenakkan dan bikin emosi. Namun, bagaimana jika pasangan terus-terusan mengelak meski buktinya jelas-jelas sudah di tanganmu?
Melansir The Sun, insiden tak menyenangkan itu dialami seorang wanita yang tak disebutkan namanya. Dia pun mengungkapkan masalahnya untuk mendapatkan saran melalui rubrik Dear Deidre.
Si wanita berkata jika dia mengetahui suaminya telah mengirimkan pesan dan foto telanjang dirinya kepada seorang perempuan yang merupakan mantan rekan kerja sang suami.
Wanita ini curiga karena belakangan suaminya menghabiskan banyak waktu dengan ponselnya. Jadi, diam-diam dia mengecek ponsel tersebut saat suaminya pergi olahraga.
Setahu dia, wanita yang jadi selingkuhan suaminya telah mendapat pekerjaan baru di kota berbeda sejak beberapa waktu lalu. Sejak saat itu, suaminya dan wanita tersebut sering berkirim pesan.
Namun, saat coba meminta penjelasan, si suami tak mau mengakui tuduhan selingkuh.
"Saya menghadapinya dan dia menyangkalnya. Tapi saya telah mengambil foto dari pesan dan gambar yang dia kirim. Jadi saya punya bukti," ungkap wanita 38 tahun ini.
Pasangan ini telah menikah selama 18 tahun. Mereka juga sudah memiliki dua anak lelaki berusia delapan dan sepuluh tahun.
Sayangnya, kelakuan suaminya yang tak mau mengaku saat jelas-jelas kepergok mengirimkan foto telanjang kepada wanita lain itu membuatnya kecewa. Sang istri kini bingung harus berbuat apa.
Baca Juga: Jangan Lengah! Cowok Baik-Baik Juga Bisa Selingkuh, Ini 4 Penyebabnya
"Saya pikir kami bahagia dan ini telah menghancurkan saya. Saya ingin dia berhenti tapi saya tidak tahu caranya," ujar wanita tersebut.
Melalui rubrik Dear Deidre, wanita ini mendapatkan saran untuk bersikap lebih asertif terhadap pasangan. Bagaimanapun, sexting adalah bentuk selingkuh. Sang suami pun akan ngeri jika tahu istrinya melakukan itu dengan pria lain.
Wanita ini diminta mengatakan kepada suaminya agar berhenti melakukan sexting jika ingin hubungan rumah tangga mereka kembali baik-baik saja. Selain itu, butuh kerja sama dua pihak untuk membangun lagi kepercayaan yang memudar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut