- Stone Garden di Kabupaten Bandung Barat merupakan destinasi wisata alam unik berupa bukit bebatuan kapur purba berusia jutaan tahun.
- Lokasi ini menawarkan panorama ketinggian 709 mdpl, nilai sejarah geologi, serta akses dekat ke situs arkeologi Goa Pawon.
- Wisatawan dapat mengunjungi area ini setiap hari dengan harga tiket masuk terjangkau sebesar Rp12.000 per orang per kunjungan.
Suara.com - Stone Garden yang berlokasi di Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat.
Banyak orang yang penasaran dengan destinasi wisata alam yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan karst paling unik di Jawa Barat.
Bukan hanya menawarkan panorama bebatuan purba yang eksotis, Stone Garden juga menyimpan nilai sejarah geologi yang menjadikannya berbeda dari objek wisata alam lainnya.
Sebelum berkunjung, ada baiknya mengetahui lokasi, ketinggian, daya tarik, hingga harga tiket masuk Stone Garden agar perjalanan menjadi lebih nyaman dan terencana.
Apa Itu Stone Garden?
Stone Garden merupakan destinasi wisata alam yang berada di kawasan karst Citatah, tepatnya di Kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Tempat ini dikenal sebagai "taman batu" alami karena dipenuhi batuan kapur dengan berbagai ukuran dan bentuk yang tersebar di atas bukit.
Menurut berbagai kajian geologi, kawasan karst Citatah terbentuk sekitar 20 hingga 30 juta tahun lalu pada masa Miosen.
Pada masa tersebut, wilayah ini merupakan dasar laut dangkal yang kemudian mengalami pengangkatan akibat aktivitas tektonik hingga berubah menjadi perbukitan kapur seperti yang terlihat saat ini.
Stone Garden berada di puncak Bukit Pasir Pawon dengan ketinggian sekitar 709 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Baca Juga: LPDB Koperasi Terapkan Zero Tolerance Pungli dan Penipuan, Pelanggaran Diproses Tegas Secara Hukum
Dari puncaknya, pengunjung dapat menikmati panorama perbukitan kapur, hamparan pepohonan hijau, serta pemandangan Kabupaten Bandung Barat dari ketinggian.
Selain menjadi objek wisata, kawasan ini juga memiliki nilai arkeologi yang tinggi karena berada tidak jauh dari Goa Pawon.
Goa tersebut merupakan salah satu situs prasejarah penting di Indonesia yang pernah menjadi lokasi penemuan fosil manusia purba berusia lebih dari 5.600 tahun beserta berbagai artefak peninggalan masa prasejarah.
Kini Stone Garden telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti area parkir, musala, toilet, warung makan, hingga toko suvenir sehingga wisatawan dapat berkunjung dengan lebih nyaman.
Daya Tarik Stone Garden
Stone Garden menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan karena menawarkan perpaduan wisata alam, sejarah, dan fotografi dalam satu kawasan. Berikut beberapa daya tariknya.
- Hamparan batu kapur purba yang membentuk lanskap unik dan sulit ditemukan di tempat lain.
- Panorama dari ketinggian 709 mdpl dengan pemandangan perbukitan, lembah, dan kawasan Bandung Barat.
- Spot foto instagramable berlatar batuan karst, ilalang, dan langit terbuka yang menjadi favorit wisatawan.
- Sunrise dan sunset yang memanjakan mata ketika cuaca cerah.
- Wisata edukasi geologi karena kawasan ini merupakan bekas dasar laut yang telah berusia puluhan juta tahun.
- Dekat dengan Goa Pawon, situs arkeologi penting yang menyimpan jejak kehidupan manusia prasejarah.
- Area camping bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana malam di kawasan perbukitan karst.
- Udara yang relatif sejuk sehingga cocok untuk melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan.
- Jalur trekking ringan menuju puncak yang dapat dinikmati wisatawan pemula maupun keluarga.
Harga Tiket Masuk Stone Garden
Harga tiket masuk Stone Garden tergolong cukup terjangkau sehingga cocok menjadi pilihan wisata alam bagi berbagai kalangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
KAMMI Minta Aksi AMPB 27 Agustus Ditahan, Khawatir Ditunggangi hingga Picu Kerusuhan
-
PALHI Desak Kejagung Usut Tuntas Dugaan Korupsi PT TPL, Minta Big Boss Diperiksa
-
KAMMI Tolak Aksi Warga Pati di DPR, Tetap Dukung RUU Perampasan Aset
-
Sumsel Makin Membara, 449 Hotspot Karhutla Mengintai Kesehatan Pernapasan Warga
-
Ada Ancaman Sandera Anggota DPR, Mahasiswa Tolak Rencana Demo AMPB 27 Agustus
-
Praperadilan Febrie, Ahli: TPPU Tak Bisa Berdiri Sendiri, Harus Ada Tindak Pidana Asal
-
BNI wondrX 2026 Hadirkan Solusi Traveling Lengkap, Dari Tiket Hingga Visa Dalam Satu Zona Travel
-
Serunya Berburu Mainan di Pameran IBTE 2026 Jakarta
-
QLola by BRI Hadirkan Pengalaman Baru untuk Perkuat Layanan Digital Bisnis
-
Musim Kemarau Ekstrem, Kilang Plaju Salurkan Bantuan Logistik untuk Petugas BPBD Sumsel