Arsitektur Masjid Agung Banten, Padukan Unsur Jawa Kuno dan China
Bangunan Masjid Agung Banten memadukan unsur Jawa Kuno dan Tiongkok (China). Terlihat dari serambi yang lapang dan atap yang bertingkat.
Uniknya atap bangunan utama Masjid Agung Banten memiliki 5 tingkatan dengan bentuk yang menyerupai tumpeng atau pagoda khas China.
Konon terdapat dua versi yang menceritakan siapa sang arsitektur pembangunan Masjid Agung Banten
Versi pertama menyebutkan, Masjid Agung Banten dibangun oleh arsitek keturunan Tiongkok yang bernama Tjek ban Tjut. Sedangkan versi lainnya menyebutkan, masjid ini diarsiteki oleh Raden Sepat yang berasal dari Demak.
Masjid Agung Banten memiliki dua buah serambi yang menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama.
Serambi utama masjid dihiasi dengan tiang-tiang penyangga yang secara keseluruhan berjumlah 24 buah. Sedangkan serambi di sisi kiri masjid terdapat kompleks makam sultan dan keluarga kerajaan, yaitu makam Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya, Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar dan
Sementara di sisi utara serambi selatan terdapat makam Sultan Maulana Muhammad, Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan Zainul Abidin, dan lainnya.
Bagian dalam masjid ini berbentuk bujur sangkar dengan tiang-tiang yang disebut saka guru sebagai penyangga.
Tiang-tiang tersebut disangga dengan umpak yang terbuat dari batu andesit dan berbentuk motif buah labu. Tidak ketinggalan mimbar yang terbuat dari kayu bertangga marmer berada di paling depan.
Baca Juga: Pneumonia Nekrotikans, Penyakit yang Kemungkinan Mengintai Pengguna Vape
Mimbar ini dahulu berfungsi sebagai tempat berdirinya khotib saat menyiarkan agama islam. Sedangkan di sisi depan dan samping dibatasi dengan pintu yang berjumlah 5 buah. Jumlah ini mengikuti rukun islam sebagai sumber acuan.
Tak hanya itu, Masjid Agung Banten juga memiliki paviliun tambahan yang terletak di sisi selatan bangunan inti Masjid ini.
Paviliun dua lantai ini dinamakan Tiyamah. Berbentuk persegi panjang dengan gaya arsitektur Belanda kuno, bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda bernama Hendrik Lucaszoon Cardeel.
Selanjutnya di halaman berikut: Sejarah Menara Masjid Agung Banten ...
Sejarah Menara Masjid Agung Banten
Menara yang menjadi ciri khas Masjid Banten terletak di sebelah timur masjid.
Dibatasi dengan kolam, menara yang terbuat dari batu bata ini memiliki ketinggian 24 meter dan berdiameter sekitar 10 meter.
Semua berita Belanda tentang Banten hampir selalu menyebutkan menara tersebut, membuktikan menara itu selalu menarik perhatian pengunjung Kota Banten masa lampau.
Untuk mencapai ujung menara, ada 83 buah anak tangga yang harus ditapaki dan melewati lorong yang hanya dapat dilewati oleh satu orang.
Dahulu, selain digunakan sebagai tempat mengumandangkan adzan, menara yang juga dibuat oleh Hendrik Lucaszoon Cardeel pada 1629 ini atas perintah Sultan Haji.
Menara tersebut memiliki beberapa fungsi, antara lain, tempat bilal mengumandangkan adzan.
Selain itu, pada masa peperangan menara ini digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata dan menara pengawas, karena perairan lepas pantai dapat terlihat di atas menara yang hanya berjarak sekitar 1,5 km dari masjid.
Bila kalian jalan-jalan atau pelesiran ke Serang, Banten, Masjid Agung Banten bisa menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi agar bisa menikmati langsung keindahan Masjid Agung Banten yang menyimpan banyak sejarah, sekaligus beribadah dan berziarah ke makam-makam sultan dan keluarga kerajaan.
Sumber: Wikipedia dan Indonesiakaya.com
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
-
Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
-
1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?
-
Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan