Sepuluh tahun sebelum membuat sekolah Taman Siswa, Ki Hadjar lebih dulu mendirikan Nationaal Indische Partij atau Partai Hindia pada 1912 bersama Doewes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo. Partai tersebut dikenal sebagai partai pertama yang ada di Hindia Belanda pasa saat itu.
Berjuang di Jalur Pendidikan dan Jurnalistik
Namun, ia merasa perjuangan melalui bidang politik belum bisa menyentuh jiwa manusia yang paling mendasar. Menurut Ki Hajar Dewantara, jiwa merdeka tidak mungkin dapat masuk ke hati seseorang apabila hanya pidato-pidato politik.
Akhirnya Ki Hajar Dewantara memilih jalan pendidikan sebagai sarana perjuangan untuk menghasilkan manusia baru di Indonesia yang sadar akan rasa kebangsaan dan mempunyai jiwa merdeka.
Ki Hajar Dewantara juga pernah menjadi wartawan untuk beberapa media. Melalui sarana pers dan
politik, Ki Hajar Dewantara membuktikan kualitas dan jasanya sebagai perintis perjuangan Kemerdekaan Nasional.
Sebagai wartawan, ia mengkritik pemerintahan Hindia Belanda yang ketika itu dinilainya bobrok. Akibat tulisan-tulisan kritis tersebur, Ki Hajar Dewantara pernah dipenjara di Semarang dan Pekalongan serta pernah merasakan 'dibuang' ke Belanda.
Disebutkan bahwa sebagai wartawan Ki Hajar Dewantara bukan saja pandai dan mahir menulis, tetapi juga memanfaatkan secara optimal media pers sebagai alat perjuangan untuk membentuk opini publik guna melawan pemerintah kolonial Belanda.
Dalam pidatonya, Ki Hadjar Dewantara sering menyampaikan gagasan dan pokok pikiran mengenai kemerdekaan bangsa dan kecaman terhadap setiap penindasan juga perkosaan terhadap kemanusiaan.
Lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889 dan dikenang sebagai Bapak Pendidikan Indonesia, kini setiap 2 Mei dirayakan sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Baca Juga: Kabar Baik, Antibodi Llama atau Ilamas Berpotensi Obati Pasien Covid-19
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
3 Power Bank Jumbo dengan Panel Surya, Bisa Nyalakan Laptop dan Kipas Angin saat Mati Listrik
-
3 Pilihan Sepatu Lari Karbon Ardiles, Lengkap dengan Ulasan Jujur Pengguna
-
Glad2Glow Moisturizer untuk Apa? Ini 8 Varian, Manfaat, dan Harganya
-
5 Jersey Piala Dunia 2026 Adidas Terlaris, Nyaris Ludes Diburu Kolektor
-
Link dan Cara Voting Logo HUT ke-81 RI, Ini Kandidat Resmi yang Bersaing
-
Apakah Ada Parfum Scarlett di Indomaret? Ini 5 Varian yang Bisa Ditemukan
-
4 AC 1/2 PK dengan Fitur Pendingin Cepat dan Hemat Listrik, Mulai Rp2 Jutaan
-
5 Parfum Hijab yang Wanginya Segar dan Tahan Lama, Mulai Rp14 Ribuan
-
Jangan Abaikan, Ini Ciri-Ciri Produk Makeup Kedaluwarsa yang Wajib Diketahui
-
3 Sepatu Jalan Skechers Diskon di Sports Station, Intip Harga dan Ulasan Penggunanya