Suara.com - Google Trends Hari Ini, Rabu 20 Mei 2020: Herd Immunity Hingga Lathi
Herd Immunity kembali menjadi perbincangan netizen, setelah dibahas dalam podcast Deddy Corbuzier bersama Mardigu. Ketahui fakta-fakta hingga penjelasan herd immunitu berikut ini ya.
Ada pula lagu Lathi dari Weird Genius yang kembali viral setelah dijadikan challenge TikTok. Ingin tahu lirik lagunya?
Simak berita pilihan google trends hari ini, Rabu 20 Mei 2020 berikut ini.
1. 5 Fakta Herd Immunity untuk Penanganan Virus Corona Covid-19
Herd immunity kembali jadi perbincangan netizen di media sosial, di tengah pandemi virus Corona Covid-19 yang masih merajalela di Indonesia.
Fakta herd immunity menjadi pro dan kontra. Sebagian mendukung herd immunity karena mempercepat kondisi seperti sedia kala. Sementara kritik datang dari pakar kesehatan yang menyebut risiko pasien sakit berat dan meninggal akan bertambah.
2. Singgung Herd Immunity, Guru Besar FKUI: Pasien Meninggal Bisa Bertambah
Baca Juga: Viral Pengakuan Indira Kalistha, Ini Penjelasan Ilmiah Mengenai Introvert
Profesor Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-Finasim, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menyebut Indonesia di awal bulan Mei 2020 sudah masuk klarifikasi zona merah, karena jumlah kasus yang terus bertambah dan kematian di atas 8 persen.
Di sisi lain, terlihat adanya kelonggarkan pada pemberlakukan kebijakan PSBB di sejumlah daerah. Menurut Prof Ari, hal ini bisa membuat angka kematian dan pasien sakit berat karena virus Corona Covid-19 bertambah.
"Kalau ini tidak diperhatikan, penyakit Covid-19 ini tidak akan turun sampai terjadinya Herd Imnunity (kekebalan kelompok), orang yang kebal sudah mencapai 70-80 persen karena sudah terinfeksi walau tanpa gejala atau gejala ringan," ujarnya dalam keterangan yang diterima Suara.com, Senin (11/5/2020).
"Tentu korban yang sakit berat dan meninggal juga bertambah," tegasnya lagi.
Ia menambahkan bahwa 80 persen pasien Covid-19 hanya mengalami gejala ringan atau bahkan tidak mengalami gejala apapun. Masalahnya, mereka rentan menjadi sumber penularan penyakit bagi orang-orang di sekitarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan
-
Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi
-
Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla
-
Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo
-
Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut
-
Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target
-
Ratusan Santri di Sidoarjo Dilarikan ke RS Diduga Keracunan MBG, TNI Amankan TKP
-
Tersangka Judi Kasino di Sukoharjo Bertambah Jadi 65 Orang
-
Emil Audero Berstatus Pinjaman di Rayo Vallecano? Singkirkan Kiper Portugal dan Argentina
-
Ratusan Santri Dilarikan ke RS Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo