Suara.com - Alasan Mengapa Meghan Markle Menolak Kakinya Difoto, Apa Itu?
Meghan Markle bisa jadi merupakan salah satu perempuan paling sering difoto di dunia. Fotonya muncul di sampul majalah yang tak terhitung jumlahnya.
Terlepas dari penampilannya yang glamor, desas-desus mengatakan bahwa beberapa fotografer mengaku harus berjuang untuk mengambil foto Meghan Markle.
Belum lama ini, beredar pengakuan bahwa Meghan melarang seorang fotografer untuk memfoto bagian kakinya.
Menurut The Globe, seorang juru kamera yang merekam Meghan sebelum pernikahannya dengan Pangeran Harry membocorkan sifat asli Meghan yang “seperti diva”.
"Orang-orang mengatakan kepada saya, 'Bersiaplah karena dia (Meghan) banyak maunya.' Mereka biasa memanggilnya 'sang putri'," ucap juru kamera itu seperti yang Suara.com kutip di New Idea.
Dia kemudian menuduh bahwa salah satu koleganya, yang dia gambarkan sebagai salah satu dari "fotografer terbaik", mengalami trauma karena tim Meghan memarahinya.
"Dia mengatakan kepada saya bahwa pada titik tertentu dia mulai mengambil gambar kakinya (Meghan) dan saya tidak ingat apakah mereka telah memberi tahu saya sebelumnya atau tidak, tetapi saya mengerti dia membenci kakinya," kata sumber itu.
"Ketika dia mengambil gambar kaki Meghan, mereka (tim Meghan) semua memandangnya seperti, 'apa yang kamu lakukan?' Dan berkata, kamu sudah selesai hari ini."
Baca Juga: Anies: Di Tiap Titik Masuk Jakarta Akan Ada Pemeriksaan Surat SIKM
Memangnya ada apa sih dengan kaki Meghan?
Usut punya usut, sebuah gambar menunjukkan Meghan memiliki bekas luka di jari kakinya.
Saat pergi bertelanjang kaki untuk upacara penyambutan Mori resmi di Selandia Baru pada tahun 2018, penggemar yang jeli melihat bekas luka memudar kecil di kaki kiri Meghan.
Pada saat itu, ahli bedah ortopedi Kumar Kunasingam mengklaim kepada The Sun bahwa bekas luka itu tampaknya merupakan hasil dari operasi bunion.
"Bekas luka Meghan adalah 100 persen karena operasi bunion terbuka. Bekas luka memiliki panjang hanya 4-5cm, jenis operasi ini bisa sangat menyakitkan dan bisa memakan waktu hingga tiga bulan sebelum pasien bisa memakai sepatu berhak lagi," tambahnya.
Juru kamera menyimpulkan dengan mengatakan, mengingat insiden yang dituduhkan, ia lebih suka tidak bekerja dengan seseorang yang memiliki tuntutan serupa lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Puasa Ramadan Bikin Berat Badan Naik? Begini Penjelasan Ahli Gizi RSA UGM
-
Apakah Sepeda Listrik Lipat Boleh Masuk KRL? Cek 6 Rekomendasi yang Diizinkan
-
Bukan LPDP! 5 Beasiswa Fully Funded Ini Tidak Wajibkan Penerima Kembali ke Indonesia
-
45 Desain Amplop Lebaran Gratis Siap Print, Model Unik Bikin THR Makin Berkesan
-
7 Sepatu Lebaran Tanpa Tali untuk Orang Tua, Jalan Kaki Nyaman Bebas Ribet
-
Apakah Sepeda Listrik Bisa Meledak? Cek 6 Rekomendasi Selis Terbaik Bebas Korsleting
-
Rumus dan Cara Perhitungan THR Kurang dari 1 Tahun, Pekerja Baru Wajib Tahu!
-
5 Rekomendasi Sabun Muka pH Balance untuk Jaga Skin Barrier Tetap Sehat
-
Magrib Jogja Hari Ini Jam Berapa? Ada yang Buka Puasanya Lebih Cepat dari Kemarin
-
4 Rekomendasi Sabun untuk Wajah Berminyak dan Berjerawat