Suara.com - Buku Doa Ratu Skotlandia Dijual, Harganya Bisa Rp 4 Miliar Lebih!
Buku doa mendiang Ratu Mary dari Skotlandia (Mary, Queen of Scots) kini masuk dalam daftar katalog barang antik bersejarah dan sangat berharga, yang siap dilelang di rumah lelang Christie's.
Dilansir dari Antara, artefak ini diramal akan memiliki harga yang besar dan dapat terjual lebih dari seperempat juta poundsterling atau sekira Rp 4,5 miliar.
Rumah lelang di London, Inggris itu mengatakan buku tersebut adalah penemuan baru dan salah satu dari beberapa manuskrip yang diketahui dimiliki oleh raja dan ratu di wilayah Britania Raya di abad ke-16.
Rumah lelang London menyatakan bahwa buku itu baru digali, dan di antara beberapa manuskrip yang diketahui dimiliki oleh mendiang Raja dan Ratu Skotlandia.
Buku ini merupakan benda yang sangat pribadi karena agama Mary adalah tema sentral di mana sebagian besar drama dalam hidupnya berorientasi.
Oleh sebab itu buku doa itu dianggap sebagai sebuah prasasti Ratu Mary yang beragama Katolik, yang kemudian dieksekusi karena berkomplot melawan Ratu Elizabeth I, sepupunya yang beragama Protestan.
Buku doa yang indah itu mencakup 40 lukisan miniatur karya seniman terkenal, Master of François de Rohan. Rohan adalah salah satu pelukis paling dihormati di istana Prancis, yang mengilustrasikan buku-buku doa untuk orang-orang penting seperti Raja Francis I.
Christie's menggambarkan artefak itu sebagai "saksi yang tidak dipublikasikan untuk perlindungan seorang wanita berpengaruh di Prancis abad ke-16".
Baca Juga: Modal Miras Oplosan, 2 Cowok Perkosa Bergilir Anak Gadis di Belakang Warkop
Christie's menambahkan bahwa pelelangan artefak ini menandai pertama kalinya sebuah manuskrip milik Mary kembali dijual, setelah 50 tahun. Buku ini akan dijual sebagai bagian dari "Christie’s Classic Week’s Old Master Group Evening Sale", yang diadakan langsung di London pada tanggal 29 Juli.
Buku itu dibuat untuk bibi buyut Mary, Louise de Bourbon-Vendôme yang merupakan kepala biara Kerajaan Fontevraud pada tahun 1530-an. Diperkirakan Louise memberikan bukunya itu kepada Mary pada saat suami pertamanya, Francis II dari Perancis memerintah negara itu di tahun 1559 -1560.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Apa Itu Domisili? Pahami Arti Kata dan Perbedaannya dengan Alamat KTP
-
5 Pilihan Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Praktis dan Nyaman Dipakai Sehari-hari
-
5 Rekomendasi Body Mist Wanita Tahan Lama, Wangi Fresh dan Soft Dipakai Seharian
-
Art Jakarta Gardens 2026 Pekan Seni Ruang Terbuka Resmi Dibuka
-
Promo Superindo Hari Ini 8 Mei 2026, Banjir Diskon Mi Instan dan Susu
-
7 Parfum Aroma Powdery yang Lembut Kayak Wangi Bayi, Mulai Rp30 Ribuan
-
Sekolah Baru 3 Tahun Bikin Kejutan, 5 Siswanya Raih Beasiswa Paling Bergengsi di RI
-
Siap-siap Transisi LPG ke CNG! Ini 4 Pilihan Kompor 2 Tungku yang Awet dan Aman
-
Makan Enak Tak Harus Mahal, Kini Menu Favorit McDonald's Hadir Mulai Rp 20 Ribuan
-
Berapa Lama Daging Kurban Tahan di Kulkas? Jangan Asal Simpan agar Tidak Cepat Busuk!